95 Hewan Peliharaan Disuntik Vaksin Rabies

BANGKA SELATAN – Dalam rangka memperingati World Zoonosis Day, Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Kabupaten Bangka Selatan mengadakan kegiatan vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan di Balai Wisata, Jumat (29/9/23).

Dalam kegiatan vaksinasi ini, terdapat sebanyak 125 ekor hewan yang didaftarkan oleh pemilik hewan peliharaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 ekor hewan berhasil berpartisipasi  vaksinasi rabies gratis ini. Hewan-hewan tersebut terdiri dari 90 ekor kucing, 2 ekor anjing serta 3 ekor kera.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, para pemilik hewan sangat antusias untuk membawa hewan peliharaan mereka dan memastikan bahwa mereka mendapatkan perlindungan dari penyakit rabies yang dapat berbahaya bagi manusia dan hewan itu sendiri.

Dengan adanya kegiatan vaksinasi rabies gratis ini, diharapkan Risvandika jumlah hewan yang terlindungi dari penyakit rabies di Kabupaten Bangka Selatan dapat meningkat secara signifikan.

Hal ini akan berdampak positif dalam mencegah penyebaran penyakit rabies ke manusia serta mengurangi risiko terhadap kesehatan hewan peliharaan yang sangat dihargai oleh masyarakat setempat.

“Kami sangat senang melihat respon positif dari masyarakat dalam kegiatan vaksinasi rabies gratis ini. Rabies merupakan masalah serius yang perlu ditangani dengan serius pula. Dengan vaksinasi ini, kami berharap dapat mengurangi risiko penyebaran virus rabies dan melindungi warga serta hewan kesayangan mereka,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Peternakan, Nuruddin menambahkan dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi rabies akan semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terlaksananya kegiatan ini, terkhusus kepada masyarakat atas antusiasme serta kontribusinya menjaga dan mencegah hewan peliharaannya dari penyakit rabies.

“Seain di vaksin rabies, untuk hewan- hewan yang mengalami gejala sakit juga mendapatkan pelayanan pengobatan. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan dan mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia,” ujar Nuruddin. (Suf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *