Sejarah “Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang” Dalam Film Warkop DKI

Personel Warkop DKI, pencetus slogan "Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dilarang" (Foto: Instagram)

SETIAP menonton film Warkop DKI tahun 80an yang dibintangi komedian Dono, Kasino, dan Indro pastinya akan tidak asing dengan kalimat “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”.

Kalimat tersebut biasanya ada dibagian awal atau akhir dari film Warkop DKI. Tanpa disadari kalimat itu mengandung pesan yang isinya ‘menyentil’ pemerintah yang berkuasa saat itu.

Berdasarkan penelusuran dari sejumlah artikel dan pengakuan dari salah satu personil Warkop DKI yang masih hidup, yaitu Indrodjojo Kusumonegoro atau biasa dipanggil Indro, kalimat tersebut ternyata memiliki sejarah.

Saat itu sekitar tahun 70-80an dimana Warkop DKI mencapai masa jayanya, karya Warkop DKI selalu menyisipkan sebuah pesan yang sifatnya kritikan terhadap pemerintah rezim orba yang saat itu dikuasai Presiden Soeharto.

Karya Warkop DKI yang saat itu condong ke arah komedi sering menghibur banyak orang bahkan semua orang pun ikut tertawa saat Warkop DKI tayang di radio atau di televisi.

‘Jaman dulu warkop selalu ingin buat orang tertawa, akan tetapi kita harus clingak-clinguk dulu lihat-lihat situasi, dan orang yang mau tertawa itu juga harus clingak-clinguk juga lihat situasi saat mau tertawa’ ujar Indro saat menghadiri sebuah acara talkshow di salah satu stasiun TV swasta terbesar pada awal bulan Oktober 2016.

Indro menjelaskan bahwa saat itu tertawa seperti dilarang, karena setiap orang yang mau tertawa merasa khawatir. Bahkan saat itu Warkop pernah mengalami kejadian pahit, saat akan tampil di suatu daerah mereka dibawa masuk sejumlah orang tak di kenal.

Dari kejadian tersebut sejumlah karya Warkop DKI saat tayang selalu di selipi pesan ‘tertawalah sebelum tertawa itu di larang’.

Sumber : bangrizkyw.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *