Bangka SelatanHeadline

Heri: Aliran DAS Terganggu, Sawah Warga Serdang Terancam Kekeringan

BANGKA SELATAN, MEDIAQU.ID – Puluhan warga Desa Serdang dan Desa Pergam, Kabupaten Bangka Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Bangka Selatan, Senin (15/9/2025).

Mereka memprotes alih fungsi lahan persawahan menjadi perkebunan kelapa sawit yang dinilai mengancam ketahanan pangan masyarakat.

Heri (40), warga Desa Serdang, mengatakan keresahan masyarakat semakin memuncak karena aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah diduga terganggu akibat aktivitas pembukaan lahan.

“Kami resah karena ada ancaman kekeringan di lahan persawahan. Masyarakat hari ini turun menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Massa menuntut Ketua DPRD, anggota dewan, serta Bupati Bangka Selatan bertindak tegas terhadap persoalan ini.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres dan Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, untuk menyelidiki dugaan adanya izin pembukaan lahan di kawasan DAS yang merugikan masyarakat.

“Kami menduga lahan yang dibuka itu diarahkan menjadi kebun sawit,” kata Heri.

Selain menyasar DPRD, warga juga mendesak Dinas Pertanian Bangka Selatan dan instansi terkait segera mencabut izin alih fungsi lahan sawah yang sudah ditanami sawit, khususnya di kawasan Tebing Tinggi, Racap, dan Bendung Mentukul.

Baca juga  Ikut Turunkan Prevalensi Stunting di Desa Gemuruh, PT Timah Tbk Serahkan Puluhan Paket Sembako

Menurut warga, sawah di lokasi tersebut mestinya berfungsi sebagai lumbung pangan, bukan ditanami komoditas perkebunan.

“Kalau tidak ada pencabutan dalam 30 hari ke depan, kami akan melaporkan Dinas Pertanian dan dinas terkait. Karena ini pembiaran, baik oleh perusahaan maupun masyarakat yang mengalihfungsikan sawah jadi kebun sawit,” tegas Heri.

Aksi warga ini berlangsung damai dengan kawalan aparat kepolisian. Perwakilan demonstran juga menyerahkan pernyataan sikap kepada pimpinan DPRD Bangka Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Bangka Selatan dan pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga.

Namun, massa berharap persoalan ini segera ditangani agar krisis air untuk persawahan tidak meluas dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

Masyarakat Desa Serdang dan Pergam menegaskan, perjuangan mereka bukan semata-mata kepentingan pribadi, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Sawah adalah sumber pangan. Kalau dibiarkan jadi kebun sawit, bagaimana nasib anak cucu kita nanti?” pungkas Heri. (Suf)

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!