Wali Kota Saparudin Gagas Kawasan Perikanan Terpadu di Pangkalpinang
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berencana memanfaatkan lahan seluas 290 hektar di kawasan Jalan Lintas Timur, Kecamatan Gabek, sebagai kawasan budidaya ikan air tawar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, sejalan dengan program strategis nasional di sektor perikanan dan pertanian.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin mengatakan, lahan tersebut sebelumnya berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang telah dikembalikan kepada negara dan akan diambil kembali menjadi aset milik Pemkot.
“Lahan di sana sebagian besar merupakan rawa-rawa, yang sulit dimanfaatkan untuk pertanian tanaman. Karena itu, kami menilai potensinya lebih cocok untuk pengembangan perikanan air tawar,” ujar Saparudin saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai sentra perikanan terpadu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, produksi pakan, hingga pengelolaan hasil budidaya.
Saparudin optimistis kawasan budidaya tersebut dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kota Pangkalpinang.
“Kalau digunakan untuk menanam padi, hasilnya mungkin tidak signifikan. Tapi kalau dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar, hasil ekonominya bisa jauh lebih besar,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah komoditas potensial yang bisa dikembangkan di kawasan tersebut, seperti ikan nila, kepiting bakau, kepiting remangok, dan jenis ikan konsumsi lainnya.
Selain untuk meningkatkan ketahanan pangan, kawasan budidaya ini juga diharapkan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Saparudin juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berani bermimpi besar dalam menyusun rencana pembangunan jangka panjang Kota Pangkalpinang hingga tahun 2045.
“Sejak awal saya sudah katakan, jangan takut bermimpi. FGD ini adalah wadah kita untuk bermimpi membangun Pangkalpinang. Kalau Indonesia menuju Emas 2045, maka Pangkalpinang juga harus ikut menjadi emas, bukan perunggu,” tegasnya.
Saparudin menekankan pentingnya visi jangka panjang agar pembangunan kota tidak bersifat parsial dan dapat sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
FGD Perencanaan Wilayah dan Kota Pangkalpinang tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Mie Go, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Juhaini, sejumlah kepala OPD, akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB), serta perwakilan mahasiswa.
Diskusi ini menjadi forum awal untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, dan arah pengembangan kawasan timur Pangkalpinang agar dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Dengan langkah ini, Pemkot Pangkalpinang berharap dapat mewujudkan kawasan perikanan terpadu yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. (***)




