PT Timah Tbk Gelar FGD Kemitraan dan Tata Kelola Tambang, Tegaskan Komitmen Pembenahan Sistem
PANGKALPINANG – PT Timah Tbk terus mengebut pembenahan tata kelola pertambangan timah. Perusahaan pelat merah itu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Pertambangan dan Kemitraan serta bimbingan teknis (bimtek) sebagai langkah strategis memperkuat sistem pengelolaan tambang yang transparan dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum, regulator, hingga lembaga strategis negara. Hadir dalam forum antara lain perwakilan Kejaksaan Agung RI, Lemhanas RI, serta Kementerian ESDM.
Forum ini menjadi ruang diskusi untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah konkret memperbaiki sistem kemitraan dan operasional pertambangan.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara menegaskan, pembenahan tata kelola komoditas timah tidak bisa dilakukan sendiri oleh korporasi.
Diperlukan kolaborasi erat antara perusahaan, regulator, dan penegak hukum agar pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat optimal bagi negara serta masyarakat.
Menurutnya, PT Timah bersama Kejagung, Kejati, Lemhanas, dan Kementerian ESDM melakukan penelaahan menyeluruh terhadap berbagai persoalan tata kelola dari perspektif korporasi, regulator, maupun hukum.
Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan formulasi kebijakan yang lebih komprehensif dalam memperbaiki pengelolaan sektor timah nasional.
“Komitmen ini akan terus ditingkatkan untuk mewujudkan tata kelola penambangan yang disiplin, transparan, dan akuntabel dengan kepentingan negara serta kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsolidasi dan penguatan sistem dilakukan melalui diskusi strategis bersama seluruh pemangku kepentingan.
Upaya ini diharapkan mampu mengantisipasi berbagai isu krusial, seperti mekanisme kemitraan, kepatuhan perizinan, hingga praktik pertambangan ilegal yang selama ini menjadi tantangan serius di sektor timah.
Melalui kolaborasi terpadu dan pengendalian yang efektif, industri timah nasional diharapkan dapat berkembang lebih sehat dan berdaya saing.
Selain itu, sektor ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
FGD dan bimtek tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi PT Timah dalam membangun tata kelola perusahaan yang lebih kuat, adaptif, dan berintegritas di tengah dinamika industri pertambangan nasional.
Perusahaan menargetkan kegiatan ini dapat memperkuat integritas seluruh pihak, meningkatkan kualitas kemitraan, serta memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip keberlanjutan. (*)
Sumber : www.timah.com




