PT Timah Tbk

1.920 Terumbu Buatan Ditebar PT TIMAH, Perairan Babel Kini Jadi Habitat Baru Ikan

PANGKALPINANG — PT TIMAH Tbk terus menggenjot program reklamasi laut sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem perairan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sepanjang 2025, perusahaan menenggelamkan 1.920 unit artificial reef atau terumbu buatan di 11 titik perairan.

Langkah ini diklaim menjadi strategi konkret membentuk habitat baru bagi biota laut sekaligus menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.

Program penenggelaman artificial reef dilakukan di sejumlah perairan, yakni Rambak, Rebo, Tuing, Pulau Lampu, Tanjung Melala, Malang Gantang, Tanjung Ular, Karang Aji, Pulau Pelepas, Pulau Panjang, hingga Perairan Kubu.

Struktur terumbu buatan berbentuk kubah menyerupai tudung saji itu dirancang sebagai tempat berlindung, mencari makan, hingga berkembang biak bagi biota laut.

Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika, menyebut keberadaan artificial reef mulai menunjukkan dampak positif. Titik yang sebelumnya berupa hamparan pasir kini berkembang menjadi ekosistem baru.

“Di lokasi artificial reef sudah banyak biota laut yang berkumpul, mencari makan, melakukan pemijahan, hingga pembesaran. Dari sisi ekologi, ini memang ditujukan untuk membentuk habitat baru di dasar perairan,” ujar Indra, Senin (10/2).

Baca juga  PT Timah Sukses Gelar Program Makan Bergizi untuk Siswa SLB Mentok

Tak hanya berdampak secara ekologis, program tersebut juga memberi efek ekonomi bagi masyarakat pesisir. Proses pembuatan rangka artificial reef melibatkan warga setempat. Pengangkutan menggunakan perahu nelayan lokal, hingga penenggelaman juga dikerjakan tenaga kerja sekitar.

“Program ini memberikan nilai ekonomi langsung. Selain itu, habitat baru yang terbentuk juga menjadi fishing ground baru bagi nelayan,” tambahnya.

Hasil monitoring menunjukkan peningkatan biomassa ikan konsumsi di titik penenggelaman. Tercatat lebih dari 600 kilogram per hektare di lokasi artificial reef baru.

Indra menilai, program reklamasi laut ini merupakan bentuk tanggung jawab lingkungan perusahaan atas aktivitas penambangan laut. Namun, ia mengingatkan agar evaluasi tetap dilakukan secara berkala demi memastikan keberlanjutan manfaatnya.

“Program ini bisa menjadi role model bagi perusahaan lain, khususnya industri pertambangan timah, agar turut bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan laut,” tegasnya.

Melalui program reklamasi laut, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmen pada prinsip keberlanjutan. Harapannya, manfaat ekologis dan ekonomi dari artificial reef dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat pesisir Bangka Belitung. (*)

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!