Idulfitri Telah Berlalu, Harga Bawang Merah Masih Tinggi

Pejabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal Zakaria Ali

PANGKALPINANG – Selepas Idulfitri 1445 H,  harga bawang merah sedang tinggi-tingginya. Tercatat rata-rata harga bawang merah di kawasan kota Pangkalpinang tembus Rp 70.000 per kilogram. Biasanya bawang merah dijual para pedagang dengan harga Rp 30.000,- sampai Rp 40.000,- per kilogram. 

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal Zakaria Ali, mengatakan produksi bawang merah di wilayahnya masih rendah, yakni sampai 20 persen.

“Kalau cabe sudah lumayan diatas 60%. Kalau bawang merah memang masih tinggi, kita minta distributor besar untuk mengirim dari luar daerah,” kata Safrizal di Swiss-belhotel Pangkalpinang, Senin (22/4/2024).

Untuk mengatasi kenaikan harga bawang merah tersebut, lanjut Safrizal, pihaknya akan memfasilitasi pengawalan pengirimannya. Pasalnya bawang merah salah satu holtikultura yang cepat membusuk apabila tidak dilakukan pengawalan khusus.

“Jadi kalau tidak kita khuskan pengawalan pengirimannya nanti merugikan, atau harganya sama kalau nggak dikawal. Nanti kita laporkan karena ini masih rapat mengenai inflasi,” tutup Safrizal. 

Baca juga  Bawaslu Babel Sebarkan Virus Demokrasi

Terpisah, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut lonjakan kemungkinan terjadi akibat para pedagang pasar belum kembali dari mudik Lebaran 2024.

Hal itu membuat stok atau pasokan bawang merah akhirnya menipis. Sebab, para pedagang yang belum kembali dari kampung halaman itu merupakan sumber pasokan bagi pengecer kecil. Oleh karena itu, harga bawang merah, khususnya di pasar induk tiba-tiba meroket.

“Khusus Lebaran, memang sebagian pedagang libur untuk kembali ke daerah asal, bersilaturahmi. Termasuk di Pasar Induk (belum kembali dari mudik),” ucapnya, dikutip dari detikcom, Minggu (21/4). (Dika)

 
 

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *