Pemprov Babel

Gubernur Babel Minta Maaf Pelayanan Belum Maksimal, Janji Rombak Sistem Pelabuhan

BANGKA BARAT, MEDIAQU.id – Pesta mudik Lebaran 2026 di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) benar-benar terasa berbeda tahun ini. Tak sekadar urusan pulang kampung, sinergi lintas sektoral antara BUMN, TNI AL, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel mencatatkan sejarah baru dalam melayani para pahlawan devisa keluarga.

Sebanyak 1.349 pemudik asal Bangka dan Belitung resmi dilepas dari Lapangan Mulyono Silam, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/3). Menariknya, para perantau ini tidak pulang dengan kapal biasa, melainkan diboyong menggunakan kapal perang milik TNI AL, KRI Semarang-594.

Program mudik gratis yang diinisiasi PT TIMAH (Persero) Tbk berkolaborasi dengan TNI AL, Pemprov Babel, dan Bank Sumsel Babel ini menjadi oase di tengah tingginya harga tiket pesawat. Para peserta yang didominasi mahasiswa dari Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta ini dijemput menggunakan bus menuju pelabuhan sebelum mengarungi lautan menuju Negeri Serumpun Sebalai.

Namun, di balik kegembiraan pemudik yang pulang dari Jawa, potret berbeda terlihat di gerbang keluar Pulau Bangka, yakni Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok. Di hari yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kelancaran arus mudik menuju Sumatera.

Melihat antrean yang mengular dan waktu tunggu yang cukup lama, Hidayat tak segan melontarkan kritik pedas sekaligus permohonan maaf kepada warganya.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat apabila pelayanan masih belum maksimal. Masyarakat sudah membayar layanan transportasi, maka sudah semestinya mereka mendapatkan pelayanan yang nyaman, tertib, dan manusiawi,” tegas Hidayat di sela-sela peninjauan.

Gubernur mengaku prihatin melihat penumpang yang sudah siaga sejak subuh, namun harus tertahan karena kendala teknis keberangkatan kapal. Baginya, mudik bukan sekadar urusan logistik, melainkan “perjalanan hati” yang harus dikawal dengan rasa kemanusiaan.

Baca juga  Sinergi Pusat dan Daerah, Gubernur Babel Lepas Kepulangan Komisi III DPR RI

Sebagai langkah konkret atas temuan di lapangan, Pemprov Babel tak ingin membiarkan masalah ini berlarut hingga puncak arus mudik tiba. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan segera menggelar rapat koordinasi besar dengan seluruh stakeholder terkait.

Fokus utama rapat akbar tersebut meliputi perbaikan sistem antrean agar tidak ada penumpukan kendaraan yang tak teratur, evaluasi jadwal keberangkatan kapal guna meminimalisir waktu tunggu penumpang., peningkatan fasilitas kenyamanan di area tunggu pelabuhan.

Senada dengan Gubernur, Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing yang turut mendampingi, menyebutkan bahwa kehadiran Forkopimda di lapangan adalah upaya deteksi dini. “Ini belum puncaknya. Kami datang untuk mengoreksi agar saat puncak arus mudik nanti, pelayanan bisa jauh lebih baik dan terkendali,” ujarnya.

Di Jakarta, Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam mudik gratis adalah agenda rutin tahunan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa bersinergi dengan TNI AL. Ini bentuk kepedulian kami, terutama bagi pelajar dan mahasiswa agar bisa berlebaran dengan keluarga tanpa terbebani biaya,” ungkapnya.

Langkah PT Timah ini mendapat apresiasi tinggi dari para perantau. Rizky Febriano, Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Belitung Yogyakarta, mengaku terharu.

“Bisa pulang gratis saja sudah syukur, apalagi kali ini naik kapal perang TNI AL. Ini pengalaman luar biasa bagi kami para mahasiswa,” pungkasnya. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!