KASAL Tinjau Latihan Pertahanan Pantai di Babel, Gubernur: Laut Aman, Ekonomi Ikut Terjaga
BANGKA – Kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali ke Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (15/2), tak sekadar agenda militer.
Kehadiran pimpinan TNI Angkatan Laut itu juga menjadi penegasan bahwa wilayah kepulauan tetap berada dalam radar strategis negara, baik dari sisi keamanan maupun kesejahteraan masyarakat pesisir.
Gubernur Babel Hidayat Arsani menyambut langsung kedatangan KASAL. Usai seremoni, rombongan bertolak menggunakan helikopter menuju lokasi latihan pertahanan pantai di kawasan Pantai Matras.
Di lokasi tersebut, gubernur bersama KASAL menyaksikan simulasi kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga wilayah pesisir. Berbagai skenario ditampilkan, mulai patroli laut hingga respons cepat menghadapi potensi ancaman keamanan maritim.
Hidayat mengaku terkesan dengan profesionalisme prajurit TNI AL. Menurut dia, kehadiran kekuatan laut memberi rasa aman bagi masyarakat kepulauan yang kehidupannya bergantung pada laut.
“Melihat langsung latihan ini membuat saya bangga. Prajurit kita siap menjaga laut dan rakyat. Bagi masyarakat kepulauan, rasa aman itu penting karena laut adalah ruang hidup kami,” ujarnya.
Agenda kemudian berlanjut ke kawasan kampung nelayan di Sungailiat. Di sana, TNI AL memperlihatkan barang sitaan hasil penggagalan penyelundupan timah oleh tim gabungan seberat 496 ton, terdiri dari pasir, batang, dan koin timah.
Penindakan tersebut dinilai sebagai langkah tegas melindungi sumber daya alam dari praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
“Kalau laut aman, ekonomi masyarakat juga ikut aman. Karena itu, kami mendukung langkah tegas aparat dalam menjaga sumber daya alam sekaligus melindungi nelayan,” kata Hidayat.
Tak hanya agenda pertahanan, kunjungan ini juga diwarnai kegiatan sosial. Sebanyak 250 paket sembako disalurkan kepada warga pesisir, berisi beras, gula, mi instan, minyak goreng, dan tepung.
Meski diguyur hujan, suasana tetap hangat saat gubernur berdialog langsung dengan warga, mendengar keluhan sekaligus harapan mereka.
Menurut Hidayat, pendekatan humanis penting agar masyarakat merasakan kehadiran negara bukan hanya melalui kekuatan militer, tetapi juga kepedulian nyata.
“Laut kita bukan hanya soal pertahanan, tapi juga kehidupan masyarakat. Kolaborasi pemerintah daerah dan TNI AL harus terus dijaga agar keamanan dan kesejahteraan berjalan seiring,” tegasnya.
Kunjungan KASAL ke Babel meninggalkan pesan kuat: pertahanan negara tidak hanya ditunjukkan melalui latihan militer, tetapi juga melalui aksi sosial. Di pesisir Bangka Belitung, negara hadir bukan sekadar menjaga laut, melainkan juga merangkul masyarakat yang hidup dari laut. (***)




