
Calon wakil gubernur, Helyana, menambahkan bahwa penguatan kelembagaan petani juga sangat penting dalam menanggulangi tingginya harga pupuk.
“Dengan kelembagaan yang kuat, petani bisa bernegosiasi lebih baik dengan produsen pupuk dan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kredit serta teknologi pertanian,” ungkap Helyana.
menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan pupuk, termasuk pengembangan pupuk yang ramah lingkungan.
Selain itu, Helyana juga berbicara tentang pentingnya pendampingan kepada petani melalui pelatihan praktik pertanian berkelanjutan.
“Penyuluhan dan pengetahuan baru akan membantu petani memaksimalkan hasil panen dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pasangan BERDAYA berharap, dengan mendorong produksi pupuk lokal dan memperkuat kelembagaan petani, para petani di Bangka Belitung dapat lebih mandiri dalam penyediaan pupuk.
Mereka optimis langkah-langkah ini dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Usulan langkah-langkah yang diajukan oleh pasangan BERDAYA menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan di Bangka Belitung.
Dengan pendekatan yang fokus pada keadilan akses terhadap sumber daya, khususnya pupuk, pasangan ini bertekad untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan mandiri, demi kesejahteraan petani lokal. (Suf)




