“Jangan sampai hanya membangun saja, tetapi manfaatnya tidak ada bagi pemasukan daerah,” tambahnya.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Firmansyah, mengakui bahwa dia belum mengetahui secara mendalam mengenai kondisi Pantai Nek Aji.
“Bentar kami cek. Saya belum dapat laporan soal ini, saya cek ke staf dulu,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sebelumnya telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,8 miliar pada tahun 2020 untuk pembangunan landscape di Pantai Nek Aji.
Namun sayangnya hingga kini, perawatan di pantai itu tidak dilakukan.
“Kalau anggaran kondisi tahun ini memang lagi tidak ada karena deficit,” tutupnya.
Pernyataan ini menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam mengelola dan merawat objek wisata yang ada.
Situasi ini mencerminkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah untuk menjaga keindahan dan kenyamanan objek wisata.
Jika tidak, Pantai Nek Aji Toboali, yang dulunya diharapkan menjadi destinasi unggulan, akan terus terpuruk dalam ketidakpedulian. (Suf)



