Abie Ridwan Syah mengkritik keras jawaban Erlansyah tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Erlansyah tidak memahami tantangan yang lebih luas terkait pengelolaan lahan dan pangan di Bangka Tengah.
“Meningkatkan kualitas lahan tidak sesederhana hanya beternak ayam. Ini tentang bagaimana mengelola lahan dengan bijak, menggunakan teknologi yang tepat, dan melestarikan lingkungan untuk keberlanjutan jangka panjang,” tegas Abie.
Kekhawatiran ini juga dirasakan oleh masyarakat Bangka Tengah. Pemilih berharap kandidat yang maju memiliki pemahaman yang mendalam serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cerdas dan inovatif.
Debat publik yang seharusnya menjadi ajang bagi para calon untuk menunjukkan visi, strategi, dan solusi nyata, malah diwarnai oleh jawaban yang kurang relevan dan mengecewakan.
Dalam menghadapi Pilkada 2024, masyarakat Bangka Tengah diharapkan dapat lebih kritis dalam menentukan pilihan.
Menurut Abie, pemimpin yang mampu mengikuti perkembangan dan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai isu-isu lokal akan lebih mampu memimpin daerah dengan efektif.
Dengan semakin dekatnya hari pemilihan, publik kini memiliki waktu untuk merenungkan dan menilai kembali calon pemimpin yang layak untuk memimpin Bangka Tengah ke arah yang lebih baik.
“Era informasi saat ini menuntut pemimpin yang cerdas dan tanggap terhadap perkembangan. Jika kandidat tidak bisa menunjukkan itu, sudah saatnya kita mengevaluasi pilihan kita dengan lebih serius,” pungkas Abie. (*)



