Keluarga Korban Kecelakaan Kecewa Pelayanan RS Bakti Timah
“Kami tetap dikenakan biaya perawatan sebesar Rp3.653.765. Saya bukan tidak menerima takdir, tapi rumah sakit harusnya utamakan nyawa, bukan urusan administrasi,” ujar Toni dengan suara sedih saat ditemui di rumah duka.
Paman korban, Harun (52), juga mengungkapkan rasa keprihatinannya. Menurutnya, kepala korban yang terus mengeluarkan darah seharusnya menjadi prioritas utama dalam penanganan medis.
“Kepala korban terus mengeluarkan darah, bahkan ketika kami angkat jenazahnya, darah masih keluar,” kata Harun dengan mata berkaca-kaca.
Terkait insiden ini, Humas Rumah Sakit Bakti Timah, Faisal, saat dihubungi media, menyatakan bahwa pihak rumah sakit belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa ini.
“Nanti saya minta info dari rekan-rekan di lapangan, Insya Allah nanti kami infokan,” ungkap Faisal melalui pesan WhatsApp.
Peristiwa tragis ini telah memicu pertanyaan besar mengenai kualitas pelayanan rumah sakit, terutama dalam menangani kasus-kasus darurat yang melibatkan nyawa pasien.
Banyak pihak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan pihak rumah sakit bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.
Saat berita ini diturunkan, media masih berusaha menghubungi pihak Rumah Sakit Bakti Timah untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut. (*)





Uang nya itu salah, seharusnya uang itu di atas 3jutaan bukan 6ratusan
baik terima kasih, udah di revisi