
Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian menggunakan perahu karet, menyisir area kolong yang menjadi lokasi kejadian.
Kasat Polair Polres Bangka, AKP Arief Fabillah, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur.
“Kami menyisir lokasi kejadian dengan harapan segera menemukan korban. Tim bekerja keras meskipun kondisi di lapangan cukup sulit,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi warga yang tinggal di sekitar area kolong bekas tambang. Wilayah tersebut sering kali menjadi habitat buaya dan menyimpan potensi bahaya, terutama bagi anak-anak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak membiarkan anak-anak bermain di area yang berisiko,” kata Oka.
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban dan warga Desa Bukit Layang. Tragedi ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap bahaya di lingkungan sekitar.
Sumber : portaldutaradio.com




