Oleh : H. Hasan Basri
Saudara-saudara kaum muslimin, semoga Allah memberikan rahmat-Nya.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang setia mengikuti petunjuk beliau hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, mengingatkan kita untuk selalu meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah. Kita harus senantiasa berusaha menjalankan seluruh kewajiban agama dengan penuh kesungguhan dan menjauhi segala yang diharamkan oleh-Nya.
Ingatlah bahwa segala peristiwa yang terjadi di dunia ini, baik itu bencana, musibah, maupun ujian, adalah bagian dari takdir Allah yang harus kita hadapi dengan sabar dan tawakkal.
Bencana alam yang terjadi belakangan ini, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, menjadi perhatian kita bersama. Di luar negeri, bencana kebakaran besar di Los Angeles, Amerika Serikat, mengakibatkan kerugian material yang sangat besar, bahkan menyebabkan banyak korban jiwa.
Di tanah air kita sendiri, banyak bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, dan lainnya yang menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.
Beberapa hari yang lalu, terjadi tanah longsor di Tiban Batam yang juga menewaskan beberapa orang, dua di antaranya adalah suami istri asal Bangka Selatan. Kita doakan semoga keduanya husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran.
Bagaimanapun juga, sebagai seorang Muslim, kita dituntut untuk melihat segala musibah dan bencana yang terjadi dengan kacamata iman. Kita meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam menghadapi bencana dan musibah, kita harus bisa membedakan apakah itu merupakan ujian atau azab dari Allah. Jika musibah menimpa orang yang shalih, orang yang taat beribadah kepada Allah, maka itu adalah ujian dari Allah untuk meningkatkan derajatnya di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya” (HR. al-Bukhari). Musibah bagi orang yang shalih adalah jalan untuk membersihkan dirinya dari dosa-dosa kecil dan meningkatkan amal kebaikan, serta menjadikan ia semakin dekat dengan Allah.
Sebaliknya, musibah yang menimpa orang yang durhaka, yang hidupnya penuh dengan kemaksiatan dan dosa, bisa jadi merupakan azab dari Allah. Allah berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 30: “Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan dosa kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian).”



