PT Timah Dorong Energi Hijau Lewat PLTS di Lahan Bekas Tambang
PANGKALPINANG – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di Tanah Air. Melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perusahaan ini mulai mengintegrasikan penggunaan energi terbarukan di wilayah operasionalnya, khususnya di lahan bekas tambang.
Langkah inovatif ini diwujudkan di dua titik lokasi: Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur. Kedua lokasi tersebut kini menjadi pusat percontohan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), hasil kolaborasi dengan Kementerian ESDM dalam bentuk Energy Techno Park.
PLTS yang dibangun di kedua kampung reklamasi memiliki kapasitas masing-masing 10,5 KWP. Di Air Jangkang, sistem PLTS mengusung teknologi On-Grid yang langsung tersambung ke jaringan listrik PLN, sedangkan di Selinsing dibangun PLTS Apung yang memanfaatkan permukaan air sebagai tempat pemasangan panel surya.
Bukan hanya menghasilkan listrik ramah lingkungan, inisiatif ini juga berdampak signifikan terhadap penurunan emisi karbon. Tercatat, selama tahun 2023 hingga 2024, PLTS yang dioperasikan berhasil menyerap emisi karbon sebesar 51,82 ton CO₂.
Kawasan reklamasi tersebut bukan sekadar ruang konservasi, tapi juga dikembangkan sebagai zona produktif. Di dalamnya terdapat kegiatan pertanian, peternakan, dan edukasi. Bahkan limbah ternak seperti kotoran sapi dan kambing juga dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas yang bisa digunakan langsung di dapur warga melalui kompor biogas.
Menurut Anggi Siahaan, Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung program bauran energi nasional dan mendorong pencapaian target ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Pemanfaatan energi surya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tapi juga mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Keberlanjutan adalah bagian penting dari bisnis kami,” kata Anggi.
Inisiatif energi hijau ini menegaskan bahwa PT Timah tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian kuat terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan. (*)
Sumber : Timah.com




