PT Timah Tbk

PT Timah Serahkan Motor Roda Tiga, Dukung Bank Sampah Nyiur Karya Lestari Tingkatkan Layanan Pengelolaan Sampah

BELITUNG TIMUR — Masalah sampah masih menjadi tantangan utama di banyak daerah, termasuk di Kabupaten Belitung Timur. Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, PT Timah Tbk menyerahkan satu unit kendaraan roda tiga kepada Bank Sampah Nyiur Karya Lestari yang dikelola warga Desa Lalang, Kecamatan Manggar.

Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk memperkuat operasional pengumpulan sampah oleh kelompok masyarakat peduli lingkungan tersebut. Dengan tambahan armada ini, pengangkutan sampah diharapkan menjadi lebih efektif dan menjangkau lebih banyak wilayah.

Ketua Bank Sampah Nyiur Karya Lestari, Sri Yusmala, menyambut baik bantuan dari PT Timah. Menurutnya, keterbatasan armada selama ini membuat mereka hanya mampu melayani tiga dari delapan dusun di desa tersebut.

“Alhamdulillah dan terima kasih banyak kepada PT Timah atas dukungan ini. Selama ini kami hanya bisa mengangkut sampah di Dusun Sawah, Sekip, dan Terang Bulan. Semoga dengan tambahan kendaraan ini, kami bisa menjangkau lebih banyak warga,” kata Sri.

Sri juga berharap bantuan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan, terutama dalam hal edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah. Saat ini, mereka hanya memilah sampah bernilai jual seperti plastik dan kaleng, namun belum memiliki keterampilan untuk mengelola sampah organik menjadi kompos atau produk lainnya.

Baca juga  Kolaborasi PT Timah dan Pemkab Belitung Bantu Warga Kurang Mampu Saat Ramadan

“Kami ingin belajar lebih jauh, misalnya tentang pembuatan kompos atau budidaya maggot. Semoga PT Timah juga bisa membantu kami melalui pelatihan, agar sampah yang kami kumpulkan punya nilai tambah,” tambahnya.

Dukungan ini juga diapresiasi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Belitung Timur, Novis Ezuar, yang menyebut PT Timah sebagai perusahaan yang konsisten mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

“Bantuan kendaraan ini sangat tepat karena armada yang lama sering mengalami kerusakan. Dengan kendaraan baru, operasional mereka akan lebih lancar, dan itu sangat membantu program pengelolaan sampah di desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lalang, Muhammad, menyatakan bantuan ini bisa membuka layanan ke dusun-dusun lain yang sebelumnya belum terjangkau.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan. Dengan layanan yang lebih luas, masalah sampah bisa kita atasi bersama,” katanya.

Saat ini, dari seluruh desa di Belitung Timur, baru dua desa yang aktif mengelola sampah rumah tangga secara mandiri, yakni Desa Lalang dan Penyampak. Pemerintah berharap makin banyak desa yang terlibat, sehingga pengelolaan sampah bisa memberi nilai ekonomi dan berdampak langsung bagi lingkungan.

Langkah PT Timah ini memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya. (*)

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!