“Kepala daerah bukan hanya pelaksana teknis. Kita bagian dari arsitek besar pembangunan nasional. Retret ini mengingatkan bahwa arah kita harus seirama,” katanya.
Momen penerimaan pin juga disaksikan langsung oleh sang istri, Noni Hidayat Arsani, yang turut hadir mendampingi. Keduanya menyatu dalam barisan pemimpin yang mengusung semangat Bhineka Nara Eka Bhakti berbeda-beda, namun satu dalam pengabdian.
Kini, Hidayat Arsani kembali ke Bangka Belitung bukan hanya dengan pengalaman baru, tapi dengan tekad yang diperkuat: membangun Babel yang berdaya, bersatu, dan siap menghadapi masa depan dengan optimisme kolektif. (*)



