Jaga Keseimbangan Alam, PT Timah Lestarikan Satwa Endemik Lewat Program Kehati dan Konservasi Satwa
PANGKALPINANG — PT Timah Tbk terus menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan, khususnya dalam pelestarian satwa endemik yang menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem.
Tak hanya fokus pada bisnis pertambangan, perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan MIND ID ini menjalankan berbagai inisiatif konservasi satwa di wilayah operasional mereka, seperti di Bangka Belitung dan Kundur-Karimun.
Keberadaan satwa endemik tak sekadar simbol kekayaan hayati, tapi punya peran vital dalam menjaga ekosistem: mulai dari penyerbukan, penyebaran benih, pengendalian hama, hingga menjadi bagian dari rantai makanan.
“Kalau satwa endemik punah, keseimbangan alam akan ikut terganggu. Karena itu, PT Timah konsisten menjalankan program rehabilitasi dan reklamasi secara berkelanjutan,” kata Anggi Siahaan, Departement Head Corporate Communication PT Timah, Minggu (20/7/2025).
Ia menambahkan, melalui program reklamasi dan revegetasi, PT Timah menanam kembali berbagai jenis pohon lokal yang menjadi habitat alami dan sumber pakan bagi satwa liar.
Salah satu bentuk nyata komitmen PT Timah adalah mendirikan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi di kawasan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang bersama Alobi Foundation.
Di lokasi ini, ratusan satwa liar dan dilindungi direhabilitasi, termasuk satwa endemik khas Bangka Belitung seperti mentilin (tarsius), pelanduk, ayam jembang, dan elang laut.
“Saat ini ada 93 satwa yang sedang kami rehabilitasi. Setelah sehat dan siap, akan kami lepasliarkan kembali ke habitat aslinya,” jelas Endy R. Yusuf, Manager PPS Alobi Air Jangkang.
Menurut Endy, konservasi tak hanya soal menyelamatkan satwa, tapi juga mengubah pola pikir masyarakat agar tak lagi melakukan perburuan atau penangkapan satwa liar.
“Kami juga rutin melakukan edukasi ke masyarakat dan anak-anak sekolah. Komitmen PT Timah dalam konservasi ini patut diapresiasi karena sudah dilakukan sejak 2018 dan terus berjalan hingga sekarang,” ucapnya.
Tak hanya itu, PT Timah juga memiliki program penangkaran Rusa Sambar di Pulau Belitung. Satwa yang memiliki tubuh lebih besar dari jenis rusa lainnya ini dilindungi dan dikembangbiakkan sebagai bagian dari upaya pelestarian.
“Kami ingin agar keanekaragaman hayati tetap terjaga. Ini bukan hanya tentang satwa, tapi tentang masa depan lingkungan hidup kita bersama,” tutur Anggi.
Selain konservasi langsung, PT Timah juga gencar memberikan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga satwa endemik. Kegiatan ini kerap dilakukan bersama Alobi Foundation dan Pemerintah Daerah.
“Kami percaya, menjaga lingkungan bukan hanya tugas perusahaan, tapi harus dilakukan bersama-sama,” tegas Anggi.
Dengan berbagai program tersebut, PT Timah berharap upaya pelestarian satwa endemik bisa berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata bagi ekosistem dan generasi mendatang. (*)
Sumber : www.timah.com




