Angka Stunting Basel Tertinggi di Provinsi, Dinkes Lakukan Evaluasi Menyeluruh
PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program penurunan stunting, setelah data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa angka stunting di daerah tersebut mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi di provinsi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan dan Keluarga Sejahtera Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, Megawati, dalam Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Selasa (5/8/2025).
“Kami akui, tahun 2023 ada penurunan. Namun di tahun 2024, SSGI kami justru naik dan menjadi yang tertinggi. Ini menjadi koreksi besar bagi kami,” kata Megawati.
Dalam evaluasi internal Dinas Kesehatan Bangka Selatan, ditemukan beberapa indikator yang masih menjadi tantangan utama. Salah satunya adalah pola asuh dan perilaku masyarakat, serta capaian ASI eksklusif yang belum optimal.
“Capaian imunisasi kami sebenarnya sudah memenuhi target. Namun, aspek lain seperti pola pengasuhan anak dan pemberian ASI eksklusif masih belum maksimal, dan ini sangat berpengaruh terhadap data stunting,” jelasnya.
Meski menghadapi peningkatan angka stunting, Megawati menegaskan bahwa perhatian dan dukungan pimpinan daerah tetap tinggi. Ia menyebutkan bahwa Wakil Bupati Bangka Selatan, selaku Ketua TPPS, telah ikut langsung dalam kegiatan “genting” sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi anak-anak berisiko stunting.
“Keterlibatan Wakil Bupati menjadi contoh yang baik bagi semua pihak. Bahkan, beberapa kegiatan intervensi sudah dilakukan melalui bantuan dari Baznas, Bansos Provinsi, hingga donasi pribadi dari pejabat dan masyarakat,” ujarnya.




