“Kami serba salah. Jika tidak kami kerjakan, nanti dianggap pegawai tidak kreatif. Jadi bingung,” tambahnya.
Penggalangan dana dari pihak swasta ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Pada perayaan HUT ke-22 Kabupaten Bangka Selatan yang digelar tahun ini, seluruh rangkaian acara, mulai dari peluncuran Alun-Alun Simpang 5 Toboali, pameran arsip, hingga malam puncak yang menghadirkan Ustad Acai dan Hadad Alwi, juga didanai sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan.
“Semua kegiatan waktu itu tidak menggunakan dana APBD, tetapi murni dari CSR perusahaan yang berpartisipasi,” jelas Sastra. (Suf)




