BANGKA SELATAN – Sore itu, wajah Ulip (55) tampak sumringah meski garis lelah masih terlihat jelas. Warga Desa Rawa Bangun, Kecamatan Toboali, ini baru saja menerima satu paket sembako dari PT Timah Tbk.
Baginya, bantuan itu bukan sekadar beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya, melainkan sebuah pengingat bahwa masih ada pihak yang peduli pada masyarakat kecil.
“Alhamdulillah, terima kasih PT Timah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga PT Timah selalu sukses dan tidak pernah lelah membantu masyarakat seperti kami,” ucap Ulip dengan suara bergetar.
Kebahagiaan Ulip juga dirasakan oleh puluhan keluarga lain di Bangka Selatan. Sebanyak 100 paket sembako disalurkan perusahaan anggota MIND ID itu untuk anak-anak yang terdampak stunting serta keluarga miskin ekstrem.
Bantuan ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang menargetkan penurunan angka stunting sekaligus pengentasan kemiskinan ekstrem.
Kepala Dinas Sosial Bangka Selatan, Sumindar, menjelaskan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan dukungan PT Timah.
Menurutnya, di Bangka Selatan masih terdapat 150 keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem, dan hingga kini tersisa sekitar 50 keluarga yang masih perlu perhatian serius.
“Bantuan PT Timah ini meringankan beban mereka. Tapi ke depan, kami berharap ada program pemberdayaan ekonomi, seperti ternak ayam atau ikan, supaya mereka punya penghasilan berkelanjutan,” katanya.
PT Timah memang dikenal aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) di wilayah operasionalnya. Bantuan pangan ini hanyalah salah satu langkah kecil dalam komitmen besar perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bagi Ulip dan keluarga lainnya, bantuan ini bukan sekadar untuk mengisi dapur beberapa hari. Lebih dari itu, ada secercah harapan baru bahwa perjuangan mereka untuk keluar dari kemiskinan tidak dilakukan sendirian.
Ada tangan-tangan yang siap menggandeng, dan salah satunya adalah PT Timah. (*)
Sumber : www.timah.com



