Naik Helikopter, Gubernur Babel Sambangi Warga di Wilayah Pesisir dan Kepulauan

Foto : Dinas Kominfo

PANGKALPINANG — Udara pagi di Bandara Depati Amir, Senin (13/10/2025), terasa segar ketika helikopter milik Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) perlahan meninggalkan landasan.

Di dalamnya, Gubernur Hidayat Arsani bersiap menjalani serangkaian agenda kerja lapangan ke wilayah pesisir dan kepulauan. Perjalanan udara itu bukan sekadar kunjungan dinas biasa.

Bagi Hidayat, turun langsung ke lapangan adalah cara terbaik untuk mendengar denyut kehidupan masyarakat di pelosok, memahami tantangan nyata, dan menegaskan bahwa pemerintah hadir hingga ke ujung pulau.

“Pembangunan tak boleh berhenti di kota. Kita harus pastikan program pemerintah benar-benar menyentuh warga di pulau-pulau,” ujar Hidayat singkat sebelum berangkat.

Tujuan pertama sang gubernur adalah Kecamatan Lepar, disusul Sijuk dan Selat Nasik. Rangkaian kunjungan ini difokuskan pada penguatan sektor perhutanan dan pemberdayaan masyarakat.

Di tiap titik, Hidayat akan berdialog dengan camat, kapolsek, kepala desa, kelompok perhutani, hingga pelaku usaha lokal.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Babel mendorong pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga  Lomba HKG PKK ke-53 Dimulai, Pangkalpinang Jadi Lokasi Perdana Penilaian

Pemerintah ingin memastikan hutan tetap lestari, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga yang hidup di sekitarnya.

Di sela kunjungan, Gubernur juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga hutan.

“Kalau kita kompak, hutan bisa tetap hijau dan masyarakat pun sejahtera,” kata Hidayat.

Selain berdialog, Hidayat dijadwalkan meninjau beberapa lokasi kegiatan masyarakat perhutanan sosial dan sekolah menengah kejuruan di Selat Nasik.

Di sana, ia akan berbicara dengan siswa SMK Negeri 1 Selat Nasik mengenai peluang kerja di sektor hijau, sebuah tema yang kini menjadi perhatian utama Pemprov Babel.

Bagi Hidayat, masa depan Babel ada di tangan masyarakat yang mampu menjaga keseimbangan antara alam dan pembangunan.

Ia ingin perjalanan ke pulau-pulau ini menjadi simbol bahwa kerja pemerintah bukan sekadar membangun dari kantor, melainkan turun ke tanah tempat rakyat berdiri.

“Kadang, satu percakapan dengan warga jauh lebih berharga daripada seribu laporan di meja,” ujarnya tersenyum sebelum helikopter yang ditumpanginya menghilang di langit biru menuju Lepar. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *