KUA-PPAS 2026 Disepakati, Prof Udin: “Mari Kita Hadirkan APBD yang Berkeadilan”

Ia kemudian memaparkan tiga fokus utama pembangunan Pangkalpinang tahun 2026. Pertama, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan retribusi agar lebih efisien dan transparan.
Kedua, reformasi belanja daerah dengan memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kebersihan kota.
Ketiga, pengelolaan pembiayaan daerah secara hati-hati dan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan SILPA untuk menjaga stabilitas fiskal.
Dalam nota kesepakatan tersebut, pendapatan daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp768,54 miliar dengan belanja daerah mencapai Rp795,63 miliar. Defisit sebesar Rp27,09 miliar ditutup melalui SILPA Rp23 miliar, menyisakan selisih sekitar Rp4,09 miliar.

Di penghujung pidatonya, Prof Udin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota DPRD atas kerja sama dan dedikasi mereka dalam proses penyusunan KUA-PPAS.
Ia berharap sinergi yang terjalin antara legislatif dan eksekutif dapat terus terjaga untuk membawa Pangkalpinang menuju masa depan yang lebih baik. (Adv)




