Wakil Wali Kota Pangkalpinang Soroti Lonjakan Kasus HIV/AIDS
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyoroti meningkatnya kasus HIV/AIDS di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berdasarkan data terbaru hingga September 2025, tercatat 106 kasus baru HIV, dengan 20 di antaranya telah masuk stadium AIDS.
Angka tersebut menunjukkan penyebaran virus mematikan ini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Pangkalpinang.
Dessy mengatakan, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan laju penularan HIV/AIDS, termasuk memperkuat kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan komunitas peduli HIV/AIDS.
“Ya, kasus di Pangkalpinang ini yang cukup tinggi. Nanti kami akan bersama dengan aparat-aparat terkait berdiskusi untuk langkah-langkah pencegahan di lapangan,” kata Dessy kepada Mediaqu.id, Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus ditemukan di kalangan usia produktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjutnya, akan terus menggencarkan pemeriksaan dini di fasilitas kesehatan serta mengadakan kegiatan edukasi di lokasi-lokasi yang dianggap berisiko tinggi.
“Kita berharap pemerintah bisa lebih aktif, dan komunitas-komunitas juga makin kencar melakukan sosialisasi pencegahan,” ujarnya.
Dessy menegaskan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga harus memperhatikan sisi sosial.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif terhadap para penyintas HIV/AIDS.
Menurutnya, pemahaman yang salah dan diskriminasi justru membuat penderita enggan memeriksakan diri atau mencari pengobatan.
“Yang penting adalah bagaimana kita semua sadar untuk mencegah, bukan menghakimi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dessy menyampaikan bahwa Pemkot Pangkalpinang berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menekan penyebaran HIV/AIDS.
Program pencegahan yang dijalankan meliputi skrining kesehatan, sosialisasi di sekolah dan tempat kerja, serta pendampingan bagi warga yang terinfeksi.
Ia berharap, kerja sama semua pihak dapat memperlambat laju penularan HIV/AIDS dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat
“Pencegahan ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat,” pungkas Dessy. (Suf)




