Pemprov Babel

Gubernur Babel Luncurkan Digital Farming PKK CIKAR, Ajak Anak Sekolah Jadi Petani Cabai

“Saya minta nanti kepala BI tolong dicek, air stand by.  Saya akan turun langsung, jangan sampai pas BI datang cabainya tidak tumbuh,” tegasnya.

Sementara itu  Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menjelaskan makna dari program CIKAR yang diinisiasi bersama Bank Indonesia.

Ia mengatakan, CIKAR memiliki dua makna penting. Dalam bahasa Bangka Belitung, kata cikar berarti “bagus” atau “baik”, sementara secara program, CIKAR merupakan singkatan dari Cintai Pekarangan.

Menurut Noni, filosofi ini sejalan dengan semangat PKK untuk mengajak para ibu rumah tangga memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber ketahanan dan kemandirian pangan keluarga.

“Dari pekarangan kita sendiri, ibu-ibu bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Yang penting ada niat dan kemauan,” ujarnya.

Baca juga  Pemprov Apresiasi Polda Babel Gelat Bansos di Desa Perlang

Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak khawatir jika tidak memiliki lahan luas. Menurutnya, penanaman dengan polybag bisa menjadi solusi bagi rumah yang memiliki pekarangan terbatas.

Sedangkan bagi yang memiliki lahan lebih luas, dapat memanfaatkan sistem Smart Farming untuk mengatur penyiraman dan pemupukan secara digital.

“Melalui program ini, gerakan menanam di pekarangan rumah dapat menjadi budaya baru di Bangka Belitung. Dengan begitu, ibu-ibu tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan dapur, tetapi juga ikut mendukung kemandirian pangan daerah,” pungkasnya.  (Suf)

 

 

 

 

 

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!