Gubernur Dukung Lomba Film Pendek Jaga Desa, Siap Angkat Babel ke Level Internasional
Setiap desa binaan membuat satu film pendek bertema “Jaga Desa”, lalu menyerahkannya kepada Ketua DPC masing-masing. Dari seluruh peserta, akan dipilih 8 film terbaik di tingkat kabupaten untuk masuk kurasi nasional.
“Semua ketua DPC sudah siap mengoordinasikan seleksi. Kita ingin yang terbaik dikirim ke pusat,” tambahnya.
Aditya menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi biasa. Film terbaik nasional akan diangkat menjadi film layar lebar yang digarap secara profesional.
“Juara nasional akan kita angkat ke layar lebar. Kita ingin dunia melihat potensi desa di Indonesia—budaya, wisata, hingga kearifan lokal,” tegasnya.
Pendaftaran dibuka 1–31 Desember 2025, dengan hadiah ratusan juta rupiah bagi para pemenang.
“Ini kesempatan emas bagi sineas muda dan perangkat desa. Peluangnya besar, dan ini didukung langsung pemerintah pusat,” ujar Aditya.
Ia berharap Lomba Film Pendek Jaga Desa mampu menjadi gerakan nyata pemberdayaan desa melalui kreativitas.
“Film adalah cara paling cepat memperlihatkan desa kepada Indonesia dan dunia. Kami berharap semua desa ikut berpartisipasi, khususnya di Bangka Belitung,” pungkasnya. (Suf)




