Hari Jadi ke-25 Babel: Paripurna Istimewa, Potong Tumpeng, dan Seruan Persatuan

Sementara itu, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani dalam pidato Hari Jadi ke-25 mengajak masyarakat mengenang kembali perjuangan awal berdirinya Provinsi Babel. Ia menekankan bahwa provinsi ini lahir dari mimpi bersama, bukan dari fasilitas mewah.
Gubernur menegaskan bahwa masa sulit saat ini harus dijawab dengan persatuan yang lebih kuat. Menurutnya, persatuan tidak boleh hanya menjadi seremonial, melainkan harus tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari.
Dalam visinya, Hidayat berharap masa depan Babel menghadirkan petani dan nelayan yang tersenyum karena hasil yang layak, UMKM yang berkembang sebagai motor ekonomi, serta generasi muda yang memperoleh pendidikan berkualitas tanpa perlu merantau jauh.
Usai pidato, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Gubernur, Ketua DPRD, Forkopimda, serta para kepala daerah.
Potong tumpeng ini menjadi simbol bahwa seluruh elemen Babel siap melangkah bersama menghadapi tantangan dan mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera.
Gubernur menutup kegiatan dengan pesan kuat tentang kebersamaan: perbedaan pandangan boleh ada, tetapi tujuan untuk memajukan Babel harus tetap satu. (Suf)




