PANGKALPINANG – Nilai kontrak serta urgensi Depo Pertamina Pangkalbalam menjalin kerjasama dengan depo swasta milik Afuk Belinyu masih menjadi tanda tanya publik.
Pasalnya, sampai saat ini pihak Depo Pertamina Pangkalbalam Balam dan Afuk masih tutup mulut soal nominal kontrak serta urgensi bongkar muat serta pengiriman BBM yang konon katanya lebih didominasi dari depo Swasta milik Afuk di Belinyu.
Dilansir Babelupdate.com, sejumlah pejabat di kantor sales area Pertamina Bangka Belitung, yang sejatinya menjadi corong informasi bagi awak media terkesan tertutup ketika kontek konfirmasi mengarah ke perihal urgensi dan nominal kontrak yang terjalin dengan depo swasta milik Afuk selama ini.
Biasanya mereka lebih pro aktif ketika pertanyaan tersebut hanya menjurus ke lingkup pengerit serta pasokan quota BBM. Paling hitungan jam, tanggapan serta rilis dari pihak Pertamina berseliweran di sejumlah platform media. Baik cetak maupun online.
Mirisnya lagi, saat dikonfirmasi ke kantornya, pejabat yang berwenang memberikan statemen selalu tidak berada di tempat alias Dinas Luar (DL).
Menurut staf admin kantor sales area Pertamina Bangka Belitung, Nanda, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/12/2025) siang, mengatakan saat ini atasannya tengah berada di luar. Untuk kepentingan wawancara harus dijadwalkan terlebih dahulu.
Dalih yang sama juga diperoleh wartawan saat melakukan upaya konfirmasi, Rabu (19/11/2025) lalu.
“Kita Harus mengeluarkan jadwal dulu dengan atasan kita karena atasan masih tugas di luar. Kita konfirmasi dulu, kalau atasan kembali kesini baru kita konfirmasi ulang,” kata Nanda seraya meminta kontak person awak media.
Diduga Ada Kongkalikong
Tingginya intensitas praktik bongkar muat serta distribusi BBM dari depo swasta Belinyu milik Afuk yang di sewa Pertamina belakang menjadi tanda tanya besar.
Terlebih, masifnya distribusi dari depo swasta Belinyu tersebut, disebut-sebut menjadi salah satu pemicu terjadinya krisis dan kelangkaan BBM di beberapa kota dan Kabupaten.
Masifnya kebijakan Depo Pertamina Pangkalbalam mengalihkan distribusi dari Depo swasta Belinyu milik Afuk tentunya menjadi tanda tanya besar publik. Apalagi, Pertamina Pangkalbalam berstatus depo induk yang telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun.
Namun, sayangnya sampai saat ini management Pertamina belum buka suara ke publik soal
dalih dan alibi mereka sampai harus menggunakan jasa sewa Depo swasta milik Afuk.
Di sejumlah platform media online, Afuk sempat membantah jika krisis dan kelangkaan BBM beberapa waktu lalu salah satunya dipicu karena tingginya intensitas bongkar muat BBM dari depo miliknya.
Kendati demikian, Afuk tak menapik jika Afuk memberi jasa sewa penampungan BBM milik Depo Pertamina Pangkalbalam.
“Mengenai pemberitaan itu tidak benar, kita hanya memberikan jasa penampungan BBM. Bbm itu milik Pertamina,” kilah Afuk dilansir dari sejumlah media online. (***)
Sumber : (Anthoni / Babelupdate.com)



