Gubernur Babel Imbau Tahun Baru Tanpa Petasan, Demi Empati Korban Banjir di Sumatera

Ia mengajak warga Babel menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu untuk refleksi, doa, dan memperkuat rasa persaudaraan antar daerah.

“Perayaan tidak harus dengan suara keras dan hura-hura. Cukup dengan doa, kebersamaan keluarga, dan harapan agar tahun depan lebih baik untuk kita semua,” ujarnya.

Selain aspek kemanusiaan, Gubernur juga menyinggung faktor keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai penggunaan petasan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, kecelakaan, serta keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan aparat terkait untuk bersama-sama menyosialisasikan imbauan tersebut agar pergantian tahun dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna.

Baca juga  DPRD Babel Percepat Proses Pelantikan Gubernur Terpilih

Imbauan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Sejumlah warga menilai ajakan tersebut mencerminkan sikap kepemimpinan yang humanis dan peka terhadap kondisi nasional.

Dengan semangat solidaritas dan empati, Gubernur Hidayat Arsani berharap masyarakat Babel dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih, rasa peduli yang tinggi, serta doa terbaik bagi saudara-saudara di daerah terdampak bencana. (Suf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *