Pemprov Babel

Masalah Muara Jelitik, Gubernur Babel Siap Mediasi PT Timah dan Pihak Swasta

BANGKA — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan pendangkalan alur muara Sungai Jelitik yang telah lama dikeluhkan masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Gubernur saat melakukan peninjauan ke lokasi muara Sungai Jelitik pada Senin (5/5/2025). Dalam kunjungan itu, ia turut didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menanggapi persoalan tersebut.

Menurut Hidayat, lambatnya penanganan pendangkalan muara disebabkan oleh miskomunikasi antara pihak-pihak terkait, khususnya antara PT Timah dengan para pemegang izin lainnya di wilayah itu.

“Ini sebenarnya hanya masalah komunikasi antara PT Timah dan para pemegang izin lainnya. Saya akan panggil keduanya untuk duduk bersama mencari solusi terbaik. Dalam waktu dekat, permasalahan ini akan kita selesaikan,” ujar Hidayat saat berbincang dengan awak media di lokasi peninjauan.

Gubernur juga menyesalkan persoalan ini telah dibiarkan berlangsung cukup lama tanpa penyelesaian yang konkret. Padahal, dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama nelayan yang mengandalkan akses muara untuk mencari nafkah.

“Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena lambannya koordinasi. Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Saya ingin masalah ini selesai dalam waktu dekat, dengan syarat semua pihak mematuhi aturan yang ada,” tegasnya.

Hidayat menegaskan, penyelesaian akan dilakukan melalui pertemuan resmi yang rencananya digelar dalam waktu satu minggu ke depan. Ia menyampaikan bahwa seluruh pihak yang terkait, termasuk PT Timah dan pemegang izin swasta lainnya, akan diundang langsung. Kehadiran mereka, kata Hidayat, tidak boleh diwakilkan demi efektivitas diskusi dan pengambilan keputusan.

Baca juga  Upacara Hari Dharma Samudera 2026, Gubernur Babel Tegaskan Jaga Kedaulatan Laut

“Saya beri waktu satu minggu untuk menyelesaikan ini. Kita undang langsung Direktur PT Timah dan pihak swasta lainnya. Saya ingin mereka hadir sendiri, bukan diwakilkan, supaya kita bisa mendapatkan solusi yang benar-benar disepakati,” ujarnya.

Gubernur juga optimis bahwa dengan musyawarah yang terbuka dan komitmen dari semua pihak, persoalan pendangkalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Ia berharap pertemuan nanti tidak hanya menghasilkan kesepakatan, tetapi juga langkah nyata di lapangan.

Sementara itu, kehadiran Gubernur bersama Forkopimda di lokasi disambut hangat oleh masyarakat sekitar, terutama nelayan yang selama ini terdampak langsung akibat pendangkalan. Mereka berharap janji pemerintah provinsi bukan hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar terealisasi dalam waktu dekat.

“Semoga cepat ada solusi. Kami ini sudah lama susah melaut karena alur sungai makin dangkal. Harapan kami, pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan,” ujar salah satu nelayan yang ditemui di lokasi.

Permasalahan pendangkalan muara Sungai Jelitik memang bukan isu baru. Sejak beberapa tahun terakhir, alur sungai yang menjadi jalur keluar-masuk perahu nelayan ini semakin dangkal akibat sedimentasi, aktivitas pertambangan, dan kurangnya perawatan berkala. Hal ini menyebabkan kapal nelayan kesulitan keluar masuk, terutama saat air surut.

Dengan adanya perhatian serius dari Gubernur, masyarakat kini menaruh harapan besar agar solusi konkret bisa segera diambil, dan aktivitas nelayan kembali berjalan normal tanpa hambatan. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!