Pemkab Basel Gerak Cepat, Wakil Bupati Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung
BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana puting beliung pada Jumat pagi (22/3/2025). Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada 45 rumah warga.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, turun langsung ke lokasi kejadian untuk meninjau kerusakan dan menyalurkan bantuan.
Bantuan yang diberikan berupa 86 kasur busa, sekop, dan karung beras, hasil kerja sama antara pemerintah daerah dan sejumlah perusahaan seperti Bank Sumsel Babel, PLN, dan PT Timah Tbk.
“Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap rumah warga. Kami berkomitmen untuk memberikan bantuan maksimal guna meringankan beban para korban,” ujar Debby Vita Dewi.
Pemerintah daerah saat ini membutuhkan tambahan bantuan berupa asbes dan peralatan lainnya. Koordinasi telah dilakukan dengan kepala desa dan camat setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga mengharapkan dukungan dari pemerintah provinsi dan perusahaan lain untuk mempercepat proses pemulihan.
“Kami berharap semua korban dapat segera terbantu. Bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan mengingat kerusakan yang cukup parah,” tambah Debby.
Debby menjelaskan bahwa puting beliung merupakan bencana alam yang sulit diprediksi dan berbeda dengan banjir yang biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Pemerintah daerah telah melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana serupa di masa mendatang, mengingat wilayah ini rawan terjadi puting beliung.
“Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang,” pungkasnya.
Warga yang terdampak bencana mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang telah diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah membantu. Rumah kami rusak parah, tetapi dengan bantuan ini, kami merasa sedikit lega,” ujar salah seorang warga.
Puting beliung merupakan fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim pancaroba. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko kerugian material dan korban jiwa. (Suf)




