Irigasi Rp18 Miliar Diduga Amburadul di Basel, Rina Tarol Desak Kejati Turun Tangan
BANGKA SELATAN, MEDIAQU.id – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Kolong Pumpung, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, menuai sorotan. Infrastruktur yang dibangun pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp 15–18 miliar itu diduga tidak berfungsi optimal, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat setempat.
Keluhan datang dari para petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang menilai bangunan mercu atau pembendung air tidak mampu menaikkan muka air sesuai kebutuhan.
Akibatnya, petani terpaksa melakukan langkah darurat dengan menumpuk karung di aliran sungai sebagai pembendung sementara agar air dapat dialirkan ke sawah.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol. Ia mendesak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung untuk turun tangan mengusut proyek yang dinilai tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Dari hasil peninjauan di lapangan pada jumat kemarin, mercu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Warga sampai harus membuat pembendung darurat agar sawah tetap mendapatkan air,” ujar Rina dikonfirmasi Mediaqu.id, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan lahan pertanian kekurangan air bahkan terancam kekeringan apabila tidak segera ditangani.
Ia juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian teknis pada ketinggian konstruksi mercu yang membuat air tidak tertahan pada level yang dibutuhkan untuk dialirkan ke jaringan irigasi.
Selain persoalan konstruksi, masyarakat juga mengeluhkan kualitas air yang keruh akibat aktivitas tambang di hulu sungai. Hal ini dinilai turut memengaruhi kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.
Rina menegaskan, proyek dengan anggaran besar seharusnya memberikan dampak nyata bagi petani. Ia meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
“Kami mendorong Kejati Bangka Belitung melakukan penyelidikan agar jelas apa yang terjadi. Anggarannya besar, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” tegasnya. (Suf)
Related Articles
-
Aspal Desa Bencah Retak Akibat Aktivitas TI TungauRabu, 01/05/2024
WhatsApp us




