Pemprov Babel

Naik Kapal Perang, Gubernur Hidayat Arsani Lepas Ratusan Pemudik Arus Balik ke Jakarta

BANGKA, MEDIAQU.id – Pemandangan berbeda terlihat di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Sabtu (28/3). Bukan kapal penumpang biasa yang bersandar, melainkan kegagahan geladak baja KRI Semarang 594 milik TNI Angkatan Laut. Di atas kapal perang inilah, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, secara resmi melepas ratusan peserta arus balik mudik gratis menuju Jakarta.

Momen kepulangan pemudik dalam rangka Idulfitri 1447 H ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah. Hidayat tak sekadar melepas; ia bersama jajaran Forkopimda Babel naik langsung ke atas kapal untuk menyapa masyarakat dan memastikan seluruh fasilitas keselamatan dalam kondisi prima.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang serta meminimalisir gangguan keamanan pada titik-titik rawan arus balik. Sinergitas antara Pemprov, TNI AL, dan Polri menjadi kunci utama kelancaran mobilisasi massa tahun ini.

“Kami hadir untuk mengantar Bapak dan Ibu kembali ke perantauan. Atas nama Pemprov Babel, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kasal, Danlanal, dan seluruh jajaran yang telah berjuang memastikan warga kita sampai ke tujuan dengan aman,” ujar Hidayat di hadapan para penumpang.

Ia menegaskan, pelayanan prima adalah prioritas. “Tiba kami sambut, pulang pun kami antar dengan baik. Inilah bentuk kontribusi kami. Kami ingin masyarakat merasa tenang dan aman saat menyeberang,” imbuhnya dengan nada bangga.

Baca juga  Peduli Cianjur, Pemprov Babel Serahkan Bantuan dan Kunjungi Korban

Suasana haru tak terelakkan saat sirine kapal mulai berbunyi. Di antara ratusan wajah, ada Serly, seorang mahasiswi asal Kabupaten Bangka yang kini menempuh studi di Rangkasbitung, Banten. Baginya, KRI Semarang adalah “penyelamat” perayaan lebarannya tahun ini.

“Awalnya saya dan orang tua sudah pasrah tidak bisa mudik karena tiket ludes. Tapi berkat bantuan Pak Gubernur dan TNI AL, kami bisa pulang pergi dengan aman. Rasanya luar biasa, sangat menyenangkan bisa naik kapal perang,” tutur Serly dengan mata berkaca-kaca.

Gubernur Hidayat menyadari bahwa momen arus balik selalu menyimpan risiko lonjakan penumpang yang berujung pada kepadatan ekstrem. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kapal perang menjadi langkah taktis pemerintah untuk memecah kebuntuan transportasi.

“Semoga perjalanan ini berjalan tertib dan lancar hingga tiba di Jakarta. Kami berharap tahun depan para perantau ini bisa kembali lagi ke Bangka dengan rasa rindu yang sama,” tutup Hidayat sembari melambaikan tangan ke arah kapal yang perlahan mulai menjauh dari dermaga. (Suf)

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!