Sekolah Entrepreneur Difabel PT TIMAH di Mentok Cetak Siswa Mandiri Lewat Batik dan UMKM
“Kami berharap ke depan siswa yang lulus bisa memproduksi sendiri di rumah, lalu hasilnya disalurkan melalui sekolah. Tujuan akhirnya adalah kemandirian, baik secara individu maupun ekonomi,” jelasnya.
Meski demikian, proses pembelajaran tetap menghadapi tantangan. Tidak semua siswa dapat langsung terlibat dalam produksi karena membutuhkan waktu untuk mengasah keterampilan.
“Kita membutuhkan waktu untuk mengasah kemampuan mereka. Kadang saat sudah mahir justru sudah lulus, sehingga harus mencari bibit baru lagi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT TIMAH dalam pengembangan pendidikan vokasi di SLB Mentok. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting, baik dari sisi sarana prasarana maupun pendampingan.
Program Sekolah Entrepreneur Difabel ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas, agar ke depan mampu hidup mandiri dan produktif.
“Semoga PT TIMAH terus hadir membina siswa kami dengan program berkelanjutan, sehingga lulusan nanti bisa mandiri secara individu maupun ekonomi,” katanya. (*)
Sumber : www.timah.com




