Samri Sebut Pangan Lokal Kunci Tekan Inflasi dan Stunting di Pangkalpinang

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, menegaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam kegiatan KIE B2SA (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), Selasa (14/4/2026).
Menurut Samri, kegiatan ini men8jadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi bergantung pada bahan pangan impor seperti terigu.
“Selama ini kita masih bergantung pada impor. Padahal, bahan pangan lokal seperti singkong, sayur, dan buah dari pekarangan bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi,” kata Samri.
Ia menjelaskan, pelatihan ini menyasar ibu-ibu dasawisma yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pun dibagi dalam dua sesi agar seluruh peserta dari berbagai kecamatan dapat mengikuti secara maksimal.
“Hari ini dan besok kita bagi dalam dua sesi, supaya semua peserta bisa mendapatkan materi dengan baik,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada edukasi, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan penurunan angka stunting di Kota Pangkalpinang.
“Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Tujuan utamanya adalah meningkatkan perilaku, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam mengolah pangan lokal, sekaligus mendukung program penanganan inflasi dan stunting,” jelasnya.
Samri menambahkan, kegiatan ini didanai melalui APBD Kota Pangkalpinang Tahun 2026 dan melibatkan tiga bidang utama di dinasnya, yakni pertanian, ketahanan pangan, dan peternakan.
“Semua bidang bergerak dari hulu sampai hilir. Hasil pertanian tidak hanya diproduksi, tapi juga diolah agar memiliki nilai tambah,” ungkapnya.
Menariknya, dalam pelatihan ini peserta juga diajak memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sekaligus peluang usaha bagi keluarga.
“Ibu-ibu bisa memanfaatkan pekarangan untuk menanam bahan pangan. Nanti hasilnya bisa diolah, bahkan dijual untuk menambah penghasilan,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan juga dibuat interaktif dengan adanya kuis berhadiah (doorprize) yang disponsori oleh PT Wings dan Bulog, guna menambah semangat peserta.
Samri turut mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir sejak pagi hari dan mengikuti kegiatan dengan tertib.
“Tadi sebelum jam 9 ibu-ibu sudah hadir. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa,” ujarnya.
Ia pun berharap, ilmu yang didapat dalam pelatihan ini tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai ilmu ini hanya didengar saja. Harus dipraktikkan, supaya bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” tutupnya. (Suf)




