Headline

Rumah Warga Hangus Terbakar, Pemkab Basel Siapkan Skema Pembangunan Rp 30 Juta per Unit

BANGKA SELATAN, MEDIAQU.ID — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan masih mencari lokasi dan sumber pendanaan untuk membangun kembali 245 rumah yang terbakar di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba.

Pemerintah memperkirakan biaya material mencapai Rp 30 juta per unit, dengan total kebutuhan lebih dari Rp 7 miliar.

Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid mengatakan, pembangunan kembali rumah warga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi lahan gambut hingga penentuan lokasi yang aman untuk ditempati dalam jangka panjang.

“Kalau di lokasi rumah yang terbakar, lahannya bergambut. Dengan kondisi lahan seperti itu, model rumah yang tepat adalah rumah bertiang. Paling tidak, perkiraan kebutuhan material satu unit rumah sekitar Rp 30 juta,” kata Riza saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (13/10/2026).

Menurut Riza, pemerintah daerah masih mempertimbangkan apakah rumah warga akan dibangun kembali di lokasi semula atau dipindahkan ke tempat lain. Keputusan tersebut perlu dibahas bersama pemerintah desa dan pihak terkait.

Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah lapangan sepak bola di Desa Jelutung II. Namun, rencana tersebut belum diputuskan karena masih memerlukan musyawarah.

“Kita memang kesulitan mencari lokasi baru. Karena itu, butuh kesabaran semua pihak. Perlu waktu untuk dimusyawarahkan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Selain persoalan lahan, pemerintah daerah juga harus menyiapkan pembiayaan pembangunan. Riza mengatakan, Pemkab Bangka Selatan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan anggaran.

Ia juga mengajak masyarakat membantu pemulihan warga terdampak melalui sumbangan material bangunan, seperti seng, kayu, dan paku, maupun donasi uang melalui saluran resmi yang telah diumumkan pemerintah daerah.

Dana yang terkumpul, kata Riza, akan dikoordinasikan untuk pembelian material pembangunan rumah warga.

Riza mengatakan, penentuan lokasi pembangunan harus mempertimbangkan risiko kebakaran berulang.

Baca juga  Warga Bangka Selatan Diimbau Waspada Terhadap Penyakit Musiman

Kondisi tanah gambut di kawasan permukiman yang terbakar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan sebelum pembangunan dimulai.

“Ini benar-benar harus dipertimbangkan secara matang. Mitigasi risiko harus dilakukan sejak awal,” katanya.

Pemerintah daerah ingin memastikan rumah yang dibangun nantinya tidak hanya layak huni, tetapi juga memperhatikan keselamatan warga.

Berdasarkan data terbaru Information Center Bencana Kebakaran Dusun Serdang per Selasa, 13 Oktober 2026, sebanyak 245 unit rumah terbakar dan 137 rumah lainnya terdampak. Total warga yang terkena dampak bencana tersebut mencapai 1.880 orang.

Hingga hari ketiga pascakebakaran, warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat atau warga yang rumahnya tidak terbakar.

Di tengah ketidakpastian pembangunan kembali, para korban berharap bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Karno, salah satu warga terdampak, mengatakan dirinya berharap rumahnya dapat dibangun kembali meskipun dengan bentuk sederhana.

“Yang penting layak untuk kami sekeluarga tempati agar kami bisa menjalani kehidupan secara normal lagi,” ujarnya.

Bagi para korban, pembangunan rumah bukan sekadar memulihkan bangunan yang hilang.

Mereka membutuhkan kepastian tempat tinggal agar kehidupan keluarga dapat kembali berjalan setelah kebakaran menghanguskan permukiman mereka. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!