Sidak RSUD Soekarno Babel, Maryam Soroti Lokasi Bank Darah yang Jauh dan Gelap

PANGKALPINANG, MEDIAQU.ID – Lokasi unit penyimpanan darah yang jauh dari gedung utama dan minim penerangan menjadi sorotan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Maryam, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) malam di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Babel, Senin (20/10/2026).
Maryam turun langsung ke lapangan setelah menerima keluhan masyarakat mengenai akses menuju unit penyimpanan darah atau bank darah yang dinilai menyulitkan keluarga pasien, terutama ketika membutuhkan darah dalam kondisi mendesak pada malam hari.
Dalam peninjauan tersebut, Maryam melihat langsung lokasi penyimpanan darah yang sebelumnya berada di lantai dasar gedung utama rumah sakit, tetapi kini telah dipindahkan ke lokasi lain yang letaknya cukup jauh dari area utama pelayanan.
Menurut Maryam, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari manajemen rumah sakit. Selain jarak yang harus ditempuh, minimnya penerangan dan keterbatasan kendaraan juga berpotensi menyulitkan keluarga pasien yang hendak mengambil persediaan darah.
“Kami tadi mencoba melihat ke unit penyimpanan darah di sana pada malam hari, karena memang ada laporan dari masyarakat bahwa letaknya jauh,” ujar Maryam dikonfirmasi Mediaqu.id, Rabu (21/10/2026).
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, kebutuhan darah dalam pelayanan kesehatan sering kali bersifat mendesak.
Karena itu, kemudahan akses menuju unit penyimpanan darah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar keluarga pasien tidak menghadapi kesulitan tambahan saat membutuhkan pelayanan tersebut.
Maryam juga menyoroti kondisi jalan menuju lokasi penyimpanan darah yang dinilainya masih membutuhkan penerangan memadai.
Situasi tersebut perlu dievaluasi, khususnya untuk memberikan rasa aman kepada keluarga pasien yang harus menuju lokasi pada malam hari.
Dari hasil peninjauan itu, Maryam mengusulkan dua langkah yang dapat dipertimbangkan manajemen RSUD Soekarno Babel untuk mengatasi persoalan akses.
Pertama, menambah lampu penerangan di sepanjang jalur menuju lokasi penyimpanan darah. Kedua, menyediakan kendaraan antar-jemput bagi keluarga pasien yang perlu mengambil persediaan darah di tempat tersebut.
“Solusinya dipasang penerangan. Kemudian ada kendaraan untuk mengantar keluarga pasien ketika akan mengambil persediaan darah di sana,” kata Maryam.
Menurutnya, penyediaan fasilitas pendukung tersebut penting agar keluarga pasien mendapatkan kemudahan akses sekaligus merasa lebih aman ketika harus menuju lokasi penyimpanan darah.
Ia berharap keluhan masyarakat tidak hanya menjadi catatan, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi dan langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan rumah sakit.
Selain meninjau lokasi penyimpanan darah, Maryam juga melihat kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) serta lingkungan rumah sakit pada malam hari.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perlunya penataan kebersihan dan peningkatan pencahayaan di sejumlah area rumah sakit.
Menurutnya, lingkungan yang bersih, terang, dan mudah diakses merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan pasien maupun keluarga yang mendampingi.
Sidak pada malam hari tersebut dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menindaklanjuti masukan masyarakat yang diterimanya.
Maryam menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah memberikan informasi dan menyampaikan keluhan mengenai pelayanan di RSUD Soekarno Babel.
Ia berharap manajemen rumah sakit dapat mengevaluasi persoalan yang disorot, khususnya terkait akses menuju unit penyimpanan darah, penerangan, dan ketersediaan kendaraan pengantar.
Dengan evaluasi tersebut, pelayanan di RSUD Soekarno Babel diharapkan semakin mudah diakses dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. (Suf)



