Bangka SelatanHeadline

PPM Basel Gelar Audiensi, Tokoh Masyarakat Ingatkan Ancaman Rawa Gambut

BANGKA SELATAN, MEDIAQU.id — Keluarga Besar Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Bangka Selatan menggelar silaturahmi dan audiensi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Dalam pertemuan tersebut, isu perambahan hutan rawa gambut dan pembalakan liar menjadi perhatian serius sejumlah tokoh masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Harkamtibmas Natal dan Tahun Baru Forkopimda, Instansi/Stakeholder Bersama Elemen Masyarakat” itu berlangsung pada Selasa (30/12/2025) malam di Caffe Kupi Kite, kawasan SMP Negeri 1 Toboali.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, Wakil Bupati, Debby Vita Dewi, Ketua DPRD Bangka Selatan, Erwin Asmadi, Wakil Ketua DPRD Bangka Selatan, Rusi Sartono, serta anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol.

Turut juga hadir sejumlah unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh pemuda, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat juga turut hadir.

Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah. Sejumlah persoalan strategis disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat kepada pimpinan daerah dan wakil rakyat.

Tokoh masyarakat Toboali, H. Hidayat Tukijan, dalam forum tersebut menyampaikan keprihatinannya terhadap aktivitas perambahan hutan rawa bergambut di sepanjang aliran Sungai Kamis, Desa Pergam, serta di wilayah hulu Bendungan Metukul.

Menurut Hidayat, pembalakan liar di kawasan tersebut hingga kini masih terus berlangsung dan dinilai belum mendapatkan penanganan optimal.

Baca juga  Dandim 0432/Basel Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan Sungai Kamis yang berperan penting sebagai sumber air bagi masyarakat.

“Jika dibiarkan, ribuan hektare sawah di Desa Serdang dan Desa Pergam berpotensi mengalami kekeringan. Dampaknya tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga pada kerusakan ekologi yang dapat berujung pada perubahan iklim,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perambahan hutan rawa bergambut di bagian hulu jaringan irigasi Bendungan Metukul serta kawasan Embung Pumpung.

“Jadi kawasan daerah aliran sungai (DAS) dan sumber resapan air tersebut harus mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan ketahanan air dan pangan masyarakat Bangka Selatan,” tegas Hidayat.

Sementara itu, Ketua PPM Bangka Selatan, Norman Adjis menyampaikan silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan elemen masyarakat.

“Tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, tetapi juga dalam merespons persoalan lingkungan hidup yang berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan daerah,” katanya. (Suf)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!