Pemkot Pangkalpinang

Samri Ungkap Biang Kerok Harga Pangan Naik di Pangkalpinang

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang mengungkap sejumlah faktor yang memicu kenaikan harga pangan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Samri, menyebut fluktuasi harga dipengaruhi biaya distribusi, tingginya permintaan, hingga kendala produksi petani.

“Sejumlah komoditas seperti kentang, wortel, dan cabai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat harga sangat dipengaruhi oleh biaya transportasi,” ujarnya kepada Mediaqu.id, Jumat (17/14/2026).

Sementara itu, komoditas sayuran seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang relatif lebih stabil karena dipasok petani lokal.

Namun, hasil pemantauan di pasar menunjukkan adanya kecenderungan pedagang menaikkan harga seiring meningkatnya permintaan.

Baca juga  Pemkot Pangkalpinang Ajak Warga Tetap Produktif di Tengah Stabilitas Inflasi

Samri menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang mendorong lonjakan permintaan bahan pangan.

“Pedagang menyampaikan bahwa ini momentum karena permintaan meningkat, sehingga harga ikut naik,” ujarnya.

Selain faktor permintaan, kondisi global juga turut berpengaruh. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak langsung pada biaya distribusi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, petani lokal menghadapi tekanan biaya produksi. Harga pupuk yang meningkat serta keterbatasan ketersediaan menjadi kendala dalam meningkatkan hasil pertanian.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!