
“Peleburan ini dilakukan tanpa standar keselamatan yang jelas. Kami khawatir dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami mendukung penegakan hukum yang tegas untuk mengatasi masalah ini,” ujar AW.
Kondisi ini memicu keresahan di masyarakat, yang kini khawatir akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem lokal dan kesehatan mereka. Masyarakat setempat berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menanggulangi masalah ini.
Tokoh masyarakat di Desa Nyelanding juga mengungkapkan kekhawatirannya.
“Kami ingin ada tindakan nyata dari pemerintah. Aktivitas ini merugikan semua pihak, dan kami khawatir dengan dampak jangka panjangnya,” katanya.
Penambangan dan peleburan ilegal menjadi ancaman serius bagi upaya penambangan berkelanjutan di Bangka Selatan.
Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat di wilayah konsesi PT Timah dan perbatasan desa agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Sinergi antara PT Timah, pemerintah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan penambangan yang legal dan menjaga kelestarian lingkungan. (Tim)




