BANGKA SELATAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Selatan meluncurkan program inovatif pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga bertajuk “Bos Timah” (Buat Kompos Tiap Rumah).
Program ini dirancang untuk mengurangi limbah organik sekaligus memberdayakan masyarakat menjadi pengusaha kompos rumahan.
Kepala DLH Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada warga yang bergabung dalam program ini.
“Kami akan melakukan sosialisasi, pendampingan teknis pembuatan kompos, hingga pemanfaatannya untuk keperluan rumah tangga atau komersial,” ujarnya kepada Mediaqu, Jumat (20/12/24).
Melalui “Bos Timah”, setiap rumah akan dibekali keterampilan membuat kompos dari sampah organik sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).



