Pemprov Babel

Kejagung Akan Turun ke Babel, 200 Ribu Hektare Lahan Jadi Target

PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, mengungkapkan bahwa sekitar 200 ribu hektare perkebunan kelapa sawit ilegal di wilayahnya akan disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penertiban ini dilakukan karena lahan-lahan tersebut berada di kawasan terlarang seperti hutan lindung, hutan produksi, hingga lahan pertanian pangan.

“Sebentar lagi Satgas Kelapa Sawit dari Kejagung akan datang ke sini untuk menyita 200 ribu hektare perkebunan sawit ini,” ujar Hidayat, dikutip dari Antara, Kamis (19/6/2025).

Langkah tegas ini merupakan bagian dari operasi besar-besaran Satgas Kelapa Sawit Kejagung untuk menata ulang sektor perkebunan sawit yang selama ini dinilai semrawut dan penuh pelanggaran di Bangka Belitung.

Hidayat menyoroti bahwa banyak kebun sawit berdiri di atas lahan yang seharusnya diperuntukkan bagi ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Baca juga  Ini Point Penting Rakor Terbatas Rencana Perkebunan Pisang Cavendish

Salah satu contohnya terjadi di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, di mana lahan pertanian yang dirancang untuk persawahan kini sudah dipenuhi tanaman sawit.

“Lahan yang semestinya ditanami padi justru berubah jadi kebun kelapa sawit. Ini jelas menyalahi aturan,” tegasnya.

Ia juga menuding peran aparat desa, khususnya kepala desa, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam praktik penyimpangan ini.

“Sebanyak 90 persen masalah ini melibatkan kepala desa. Mereka tak akan bisa lari dari pemeriksaan Satgas,” kata Hidayat.

Menurutnya, peringatan telah berkali-kali disampaikan agar tidak mengalihfungsikan lahan secara ilegal. Namun, sebagian besar kepala desa tetap membiarkan atau bahkan terlibat langsung.

“Saya sudah berulang kali mengingatkan, tapi mereka bandel. Akhirnya, inilah konsekuensinya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Antara

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!