Headline

Iwan Piliang Usul PFN Jadi Pusat Konten Negara, Potensi Devisa Disebut Saingi Tambang

JAKARTA — Pemerhati industri kreatif dan pendiri AINAKI (Asosiasi Industri Animasi Indonesia), Iwan Piliang, mendorong Perum Produksi Film Negara (PFN) ditransformasi menjadi Pusat Konten Nasional.

Usulan itu ia sampaikan dalam wawancara langsung bersama CNBC Indonesia, Selasa (2/7/2025), dalam sesi dialog bersama anchor Ade Nasution.

Menurut Iwan, kebutuhan akan lembaga khusus pengelola narasi dan opini negara semakin mendesak di era digital seperti sekarang.

Ia menilai PFN, dengan sejarah panjangnya di dunia perfilman, bisa direposisi menjadi lembaga strategis negara yang menangani produksi konten secara terintegrasi dan profesional.

“Bayangkan saja, dana buzzer lintas kementerian dan lembaga yang diduga mencapai lebih dari Rp 2 triliun per tahun hanya untuk membentuk opini publik. Padahal hal ini cukup ditangani oleh manajemen komunikasi yang terpusat melalui satu lembaga, yaitu Pusat Konten Nasional,” ujar Iwan dikonfirmasi Mediaqu.id.

Baca juga  Lusje Janji Bakal Terus Tata Pasar Tradisional

Lebih dari sekadar alat komunikasi strategis negara, Iwan juga menekankan bahwa sektor konten memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.

Ia menyebut subsektor seperti film, animasi, gim, media sosial, dan CGI bisa menjadi penghasil devisa baru jika didukung dengan penyertaan modal dari negara.

“Kalau negara serius membiayai, industri konten bisa menghasilkan devisa lebih dari Rp 2 triliun di tahun kedua. Angka ini bisa terus meningkat tiap tahun. Potensinya tak kalah dari batu bara atau nikel,” tambahnya.

Iwan yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pokja Konten dan Aplikasi KADIN Indonesia pada 2003 itu melihat industri kreatif sebagai bentuk intangible asset yang kini makin tangible, karena bisa dikapitalisasi secara nyata.

Ia meyakini generasi muda Indonesia punya potensi besar untuk mendorong sektor ini maju, asal diberi ruang dan dukungan kebijakan.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!