Urgensi Sewa Depo Afuk Belinyu Jadi Tanda Tanya, Pertamina Sumbagsel Lempar Tanggung Jawab
BANGKA — Dugaan praktik tidak transparan dalam kerja sama sewa kontrak antara Pertamina Depo Pangkalbalam dengan depo swasta milik Afuk di Belinyu kian menguat.
Sorotan publik semakin tajam menyusul sikap pihak Pertamina yang dinilai saling melempar tanggung jawab saat dikonfirmasi awak media terkait kerja sama tersebut.
Sebelumnya, redaksi menerima pesan WhatsApp dari admin Sales Area Retail Pertamina Bangka Belitung yang menyebutkan bahwa seluruh permintaan data maupun wawancara terkait Pertamina harus melalui jalur satu pintu, yakni Communication & Relation (Comrel).
Dalam pesan tersebut turut disertakan kontak Ian selaku Comrel Pertamina wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), lengkap dengan dua nomor kontak.
Menindaklanjuti informasi tersebut, jejaring redaksi media ini kemudian menghubungi Ian. Pada awalnya, ia merespons salam dan perkenalan dengan baik.
Namun, saat ditanya mengenai kontrak kerja sama antara Pertamina dan depo swasta Afuk Belinyu, Ian mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut dan menyatakan hal itu bukan menjadi tanggung jawabnya.
“Maaf mas, yang ngasih nomor saya siapa ya. Saya tidak paham soal itu, bukan bagian saya,” ujar Ian saat dikonfirmasi.
Upaya konfirmasi lanjutan kembali dilakukan beberapa hari kemudian. Namun, redaksi mendapati bahwa kontak media telah diblokir, sehingga tidak ada keterangan tambahan yang dapat diperoleh dari pihak Comrel.
Padahal, secara fungsi, Communication & Relation merupakan ujung tombak komunikasi internal dan eksternal perusahaan, termasuk dalam menangani hubungan dengan pemerintah, masyarakat, serta media guna menjaga transparansi dan citra perusahaan.
Sikap menghindar atau saling melempar tanggung jawab justru dinilai kontraproduktif dan memunculkan spekulasi di tengah publik.
Di sisi lain, tingginya intensitas aktivitas bongkar muat serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari depo swasta Afuk Belinyu yang disewa Pertamina turut memantik tanda tanya.
Publik mempertanyakan urgensi penggunaan depo swasta tersebut, terlebih di tengah isu krisis dan kelangkaan BBM yang sempat terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung.
Pertanyaan tersebut semakin relevan mengingat Depo Pertamina Pangkalbalam berstatus sebagai depo induk yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Namun hingga kini, manajemen Pertamina belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan maupun dasar kebijakan penggunaan jasa sewa depo swasta tersebut.
Sementara itu, Afuk sebelumnya membantah tudingan bahwa aktivitas di depo miliknya menjadi penyebab kelangkaan BBM.
Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya menyediakan jasa penampungan, sedangkan kepemilikan BBM sepenuhnya berada di tangan Pertamina.
“Mengenai pemberitaan itu tidak benar. Kami hanya memberikan jasa penampungan BBM, BBM tersebut milik Pertamina,” ujar Afuk sebagaimana dikutip dari sejumlah media online.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, Afuk belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi lanjutan yang diajukan oleh jejaring redaksi media ini.
Redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak Pertamina maupun pihak terkait lainnya guna memberikan informasi yang berimbang dan transparan kepada publik.
Sumber: Babelupdate.com / Anthoni




