Pemkot Pangkalpinang

Zumalia Inisiasi Penguatan Pola Asuh Digital Lewat PAAREDI 2025

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menggelar Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat kota tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (16/4/2025) ini menjadi ajang tahunan untuk mendorong kesadaran keluarga dalam menghadapi tantangan pola asuh di era digital.

Penjabat Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Zumalia Mie Go, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah edukatif untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini semakin kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi.

“PAAREDI menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa keluarga memegang peran vital dalam membina dan melindungi anak dari pengaruh negatif,” kata Zumalia dalam sambutannya.

Ia berharap, program ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan pelaksanaan yang rutin setiap tahun, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola asuh berbasis nilai dan kearifan lokal, yang tetap relevan di tengah arus digitalisasi.

Salah satu peserta aktif dalam lomba tahun ini adalah Kelurahan Kejaksaan, yang dipercaya mewakili Kecamatan Taman Sari.

Kepala Kelurahan Kejaksaan, Yuli Akasiah, menyebutkan bahwa partisipasi ini merupakan agenda rutin yang diikuti setiap kelurahan secara bergilir. Ia menyampaikan apresiasinya atas semangat warga yang terlibat dalam persiapan lomba.

Baca juga  Lusje Harapkan OPD Tindaklanjuti Rekomendasi LKPJ 2023

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat cukup baik. Ini menunjukkan komitmen kita dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan positif,” ujarnya.

Yuli juga menegaskan bahwa pola asuh anak semestinya dimulai dari rumah. Menurutnya, orang tua merupakan fondasi utama sebelum peran sekolah dan masyarakat mengambil bagian.

“Pendidikan karakter anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada sekolah. Orang tua, lingkungan, dan masyarakat harus terlibat aktif dalam membentuk sikap dan nilai yang baik,” tambahnya.

Lomba PAAREDI tidak hanya melibatkan unsur keluarga, tetapi juga menggandeng tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, dan tenaga pendidik.

Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan pola asuh yang holistik, terutama dalam menghadapi isu-isu krusial seperti bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan teknologi.

“Kami ingin agar lomba ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas pola asuh di tiap kelurahan,” ujar Yuli.

Pemerintah berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara keluarga dan lingkungan dapat terbangun lebih kuat, demi mendampingi anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berintegritas di tengah pesatnya arus digital. (Ari)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!