Artikel

Anemia pada Kehamilan: Jangan Anggap Remeh, Bun!

Tahukah Bunda, anemia pada saat kehamilan bukanlah hal yang sepele, lho. Meski
terlihat seperti kelelahan biasa, tapi kalau dibiarkan bisa berdampak besar bagi
kesehatan Bunda dan si kecil dalam kandungan. Yuk, kenali lebih jauh tentang anemia
pada kehamilan dan cara mencegahnya!

Apa Itu Anemia pada Ibu Hamil?

Anemia terjadi pada saat tubuh kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen ke
seluruh tubuh. Anemia dapat terjadi pada siapa saja, namun biasanya lebih rentan pada
wanita, terutama pada ibu hamil. Pada ibu hamil, anemia biasanya disebabkan karena
tubuh memerlukan zat besi lebih banyak untuk mendukung perkembangan janin di dalam
kandungan. Jika asupan zat besi dan zat gizi lainnya tidak mencukupi, maka akan
mengakibatkan anemia.

Kenapa Bisa Terjadi Anemia Saat Hamil?

  • Anemia pada ibu hamil biasanya terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin
    dan mineral yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Kondisi ini bisa semakin
    parah jika ibu mengalami mual dan muntah berlebihan selama kehamilan, yang membuat
    asupan gizi untuk ibu dan janin menjadi kurang optimal. Berikut beberapa penyebab
    umum anemia pada ibu hamil antara lain:
  • Anemia Defisiensi Zat Besi: Zat besi berperan penting dalam pembentukan
    hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut
    oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi mengakibatkan
    pasokan oksigen ke berbagai jaringan tubuh, termasuk otak, menjadi berkurang.
    Hal ini juga bisa berdampak pada suplai oksigen yang diterima oleh janin dalam
    kandungan.
  • Anemia Defisiensi Folat & Vitamin B12: Folat merupakan salah satu vitamin
    penting yang banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan
    daun kelor. Zat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel-sel baru,
    termasuk sel darah merah yang sehat. Kekurangan folat selama kehamilan dapat
    mengganggu aliran oksigen ke jaringan tubuh, termasuk ke janin. Selain itu,
    rendahnya asupan folat juga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, seperti berat
    badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Selain folat, vitamin B12 juga berperan
    penting dalam pembentukan sel darah merah. Vitamin ini bisa diperoleh dari
    makanan hewani, seperti daging, ayam, telur, dan produk susu. Jika kebutuhan
    vitamin B12 tidak terpenuhi, ibu hamil berisiko mengalami anemia, dan janin
    berisiko lahir prematur.
  • Pola makan kurang seimbang: misalnya jarang mengonsumsi lauk hewani yang
    sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin,
    mengonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah gizi, seperti makanan cepat
    saji, gorengan, atau camilan manis berlebihan, mengonsumsi teh atau kopi secara
    berlebih yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, serta
    kebiasaan menghindari makanan tertentu karena mitos atau pantangan juga dapat
    memperburuk kondisi anemia.
  • Kondisi medis tertentu: seperti infeksi cacing, malaria, atau perdarahan.
Baca juga  BASIRA (Bayi Sehat Ibu Gembira), Cegah Stunting Sejak Dalam Masa Kehamilan

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Coba perhatikan, apakah Bunda sering merasakan gejala 5L seperti:
• Lesu: Merasa lemah dan tidak bertenaga.
• Letih: Mudah merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
• Lemah: Kekuatan fisik menurun, sulit melakukan aktivitas sehari-hari.
• Lelah: Merasa kelelahan yang berkepanjangan.
• Lalai: Kesulitan berkonsentrasi atau merasa bingung

Kalau iya, sebaiknya segera periksa ke tenaga kesehatan, ya. Bisa jadi itu tanda anemia.

Apa Dampaknya Jika Tidak Ditangani atau Dibiarkan?

Anemia yang tidak ditangani bisa membawa risiko untuk ibu maupun janin:

1. Bagi ibu:

  • Mudah lelah, sulit berkonsentrasi
  • Risiko perdarahan saat melahirkan yang dapat menyebabkan kematian ibu
  • Rentan terkena infeksi

2. Bagi janin:

• Berat badan lahir rendah (BBLR)
• Bayi lahir prematur hingga risiko kematian janin
• Risiko stunting di kemudian hari

Lalu, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Tenang, anemia bisa dicegah dan diatasi kok, Bun. Ini beberapa cara yang bisa Bunda
lakukan:

  • Konsumsi makanan tinggi zat besi, Contohnya hati ayam, daging merah, ikan,
    telur, sayuran hijau seperti bayam, dan kacang-kacangan.
  • Kombinasikan dengan vitamin C, Supaya penyerapan zat besi lebih optimal.
    Bisa didapat dari jeruk dan jambu biji.
  • Kurangi mengonsumsi teh atau kopi, karena bisa menghambat penyerapan zat
    besi.
  • Minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, sesuai anjuran tenaga
    kesehatan.
  • Periksa kehamilan secara berkala, termasuk cek kadar hemoglobin (Hb).

Peran Keluarga Juga Penting, Lho!

Kadang, ibu hamil suka malas makan atau kurang nafsu makan karena mual. Di sinilah

peran keluarga sangat dibutuhkan untuk mendukung asupan gizi Bunda. Ajak ibu makan
bersama, bantu siapkan makanan yang bergizi seimbang, dan pastikan TTD diminum
secara rutin.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!