Reses di Pesantren, Didit Srigusjaya Bongkar Rahasia Sukses Santri

Didit juga menyoroti pentingnya memiliki nilai diri. Ia mengingatkan santri agar tidak mudah diremehkan dan harus tampil sebagai pribadi yang bermanfaat.
“Kalau mau dihargai, punya prinsip. Kalau mau bermakna, jadilah orang yang berguna,” katanya.
Ia optimistis pesantren akan melahirkan generasi tangguh, bukan hanya pintar, tapi juga berani, jujur, dan berintegritas. Didit berharap para santri kelak menjadi penggerak perubahan di Bangka Belitung.
Sementara itu, pihak pengurus Ponpes Al Muhajirin memanfaatkan momentum reses ini untuk menyuarakan kebutuhan pesantren. Mereka berharap pemerintah daerah serius memperhatikan fasilitas pendidikan pesantren yang selama ini masih minim.
“Pesantren jangan dianaktirikan. Kami butuh dukungan nyata, bukan sekadar janji,” ujar salah satu pengurus.
Reses ini pun menjadi bukti kehadiran wakil rakyat bukan hanya di gedung megah, tapi juga turun langsung ke tempat-tempat sederhana tempat masa depan bangsa ditempa. (Suf)



