Bangka Selatan

Tiga Perusahaan di Bangka Selatan Lakukan PHK Terhadap 7 Pekerja

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan, tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,2 persen atau sekitar 5.418 orang.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangka Selatan, H. Ade Hermawan, menyebutkan bahwa kondisi ekonomi yang belum stabil turut memicu lonjakan pengangguran di daerah.

“Perekonomian saat ini sedang tidak baik-baik saja, ini terjadi hampir di seluruh Indonesia, termasuk Bangka Selatan,” kata Ade kepada Mediaqu.id, Selasa (22/4/2025).

Ade mengungkapkan bahwa sejumlah usaha di wilayahnya terpaksa gulung tikar, mulai dari tambak udang, rumah makan, hingga toko-toko kecil. Selain itu, penutupan pabrik timah Aon juga berdampak besar terhadap lesunya ekonomi lokal.

Untuk merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menyiapkan berbagai strategi, khususnya dalam hal peningkatan kualitas dan kesiapan tenaga kerja.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pelatihan bagi pencari kerja, baik yang berbasis kompetensi maupun kewirausahaan,” jelasnya.

Baca juga  Sehari Ada 4 Titik Karhutla di Bangka Selatan

Pelatihan produktivitas juga diberikan bagi pelaku UMKM, khususnya dalam aspek digital marketing untuk mendukung promosi sektor pariwisata. Di samping itu, penyuluhan dan sosialisasi juga rutin dilakukan untuk calon pekerja migran Indonesia.

“Informasi pasar kerja kami sebarluaskan melalui kegiatan ketenagakerjaan dan media sosial. Kami juga bekerja sama dengan pihak swasta dalam penyediaan data tenaga kerja,” kata Ade.

Pemerintah daerah juga tengah fokus mendorong iklim investasi yang ramah di Bangka Selatan. Tujuannya, agar semakin banyak lapangan kerja baru yang tercipta.

“Kami permudah investasi, tetapi juga kami tekankan agar perusahaan yang masuk dapat mempekerjakan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Ade menambahkan bahwa pelatihan-pelatihan yang digelar disesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), agar lulusan pelatihan benar-benar siap kerja.

“Kita ingin tidak hanya menekan angka pengangguran, tapi juga menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar,” tutupnya. (Suf)

 

 

 

 

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!