Selain mendukung pemulihan habitat ikan, langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan wisata bahari berbasis konservasi di masa depan.
Anggi menambahkan, perusahaan secara rutin melakukan pemantauan terhadap efektivitas artificial reef, termasuk pertumbuhan karang alami dan kehadiran spesies ikan di sekitar lokasi penenggelaman.
Tak hanya itu, upaya reklamasi laut PT Timah juga mencakup restocking cumi, penanaman mangrove, hingga pemasangan penahan abrasi di sejumlah wilayah pesisir.
Sumber; www.timah.com



